sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Salah Tangkap ‘Korban’ Pungli, Sejumlah Pegawai Dishub Jambi Kena Sanksi

Salah Tangkap ‘Korban’ Pungli, Sejumlah Pegawai Dishub Jambi Kena Sanksi



Jambi – Genderang perang terhadap berbagai macam aksi pungutan liar (pungli) menjalar ke daerah. Kota Jambi salah satunya. Wali Kota Jambi Sy Fasha Sabtu (22/10) dinihari melakukan sidak ke terminal truk di kawasan paal 10 Kota Jambi.

Salah Tangkap 'Korban' Pungli, Sejumlah Pegawai Dishub Jambi Kena Sanksi

Sy Fasha menyamar menjadi kernet Truk batu bara melintasi titik yang menjadi lahan praktik pungli tersebut. Duduk persis di samping sang supir, Wali Kota mulai bergerak dari perempatan paal 10 menuju terminal truk di kawasan paal 10 Kota Jambi. Menaiki truk BH 8*1* XU yang bermuatan batu bara, Wali Kota yang super aktif itu melihat langsung aksi anak buahnya.

Di terminal paal 10, Fasha menangkap tangan aksi Pungli yang dilakukan anak buahnya. Para pegawai Dinas Perhubungan Kota Jambi memungut retribusi di luar terminal. Parahnya mereka tidak memberikan karcis kepada para supir. Hal tersebut disaksikan langsung oleh Walikota Jambi Sy Fasha. Usai memberikan uang retribusi, Walikota Jambi Sy Fasha langsung turun dari truk.

Sontak saja melihat Walikota yang turun, dua orang pegawai Dishub terkejut. Terlihat wajah kaku dan cemas menghadapi orang nomor satu di Kota Jambi tersebut.

“Ngapoin kamu di sini. Ngapo truk dak masuk ke terminal,” kata Fasha.

Dengan berbagai alasan, sang pegawai yang diketahui Tenaga Kerja Kontrak (TKK) itu mengelak. Beragam alasan ia sampaikan dengan raut wajah cemas sambil menunduk. Ia berdalih terminal belum bisa berfungsi karena lagi dalam tahap renovasi. Fasha melakukan interogasi terhadap pegawai tersebut. Ternyata diketahui yang berjaga pada malam itu ada 4 orang, ada juga pegawai PNS. Diakui oleh dua pegawai TKK tersebut bahwa mereka bergiliran jaga, ada dua orang lagi istrahat di suatu pos terminal.

“Coba lihat karcis kamu. Tadi kenapa tidak diberikan karcis,” kata Fasha.

“Parah kamu ni, karcis dak dikasih, duit kamu ambek,” geram Fasha.

“Tolong didata, nanti menghadap saya,” cetus walikota.

Kepada sejumlah wartawan, Fasha mengatakan Sidak yang ia lakukan untuk menindaklanjuti tanggapaan miring masyarakat terhadap pungli di Kota Jambi.

“Tadi saya sengaja naik truk batu bara. Memang tertangkap tangan oknum pegawai Dishub mengambil Pungli. Mereka ngambil uang supir Rp 2000, karcis tidak diberikan,” katanya.

Seharusnya, kata Fasha mobil tersebut masuk terminal, namun oleh pegawai dishub mobil tidak diarahkan ke dalam terminal. Para petugas dishub memungut retribusi di depan terminal. Seharusnya para supir membayar retribusi dengan besaran variatif, tergantung besar kecilnya truk. “Seharusnya truk bayar empat sampai enam ribu,” ujarnya.

Fasha mengungkapkan, meskipun nilainya pungli yang dilakukam oknum petugas Dishub tersebut kecil, namun jika yang melintas satu malam ada 500 truk, mereka bisa mendapatkan uang Rp 1 juta.

“Saya perkirakan ada sekitas empat ratus sampai lima ratus truk yang melintas setiap malam,” sebutnya.

Fasha menuturkan, ada juga kejanggalan lain di terminal truk paal 10. Lampu terminal tidak menyala, padahal lampu jalan di sebelahnya tetap menyala. “Jadi memang agak gelap. Nanti itu harus dinyalakan,” sebutnya.

Diungkapakan Fasha, pungli ini merupakan salah satu penyebab bocornya PAD Kota Jambi dari terminal Truck. Pasalnya setiap target yang ditetapkan selalu tidak terpacai.

“Mereka banyak alasan, alasannya terminal dalam tahap perbaikanlah,” ujar Fasha.

Untuk itu, Wali Kota Jambi akan segera menindak tegas oknum pegawai tersebut. Mereka akan dikumpulkan dan diberikan sanksi hingga pemecatan.

“Kalau memang betul Pungli, nanti akan saya copot,” tegas Fasha.
(Muspri-sisidunia.com)