Home » News » Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul Habiskan Dana Hingga 2,7 Triliun

Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul Habiskan Dana Hingga 2,7 Triliun



Jakarta – Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta melakukan kerja sama dengan 30 universitas untuk program Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) dengan anggaran Rp 2,7 Triliun. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berharap banyak warga Jakarta yang dapat berkuliah di sejumlah kota di Indonesia dengan program tersebut.

Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul Habiskan Dana Hingga 2,7 Triliun

Melalui program tersebut, nantinya pemilik Kartu Jakarta Pintar (KJP) dapat melanjutkan pendidikannya ke tingkat Perguruan Tinggi. Ahok mengatakan fokus beasiswa adalah bagi siswa yang berhasil masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Sementara untuk besaran biaya beasiswa yang akan dikucurkan untuk tiap mahasiswa per tahunnya akan berbeda antara satu kota dengan yang lainnya.

“Kita maunya seluruh perguruan tinggi negeri yang ada di negeri kita ini adalah target kerjasama. Jadi orang Jakarta bisa milih kuliah di mana saja. Kami fokuskan ke perguruan tinggi negeri,” kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (21/10/2016).

Anggaran untuk pelaksanaan program KJMU tahun ini yaitu Rp 2,7 Triliun. Ahok akan mengevaluasi program tersebut agar tepat sasaran. Selain itu, KJMU juga diharapkan dapat meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Jakarta.

“Jadi kita evaluasi terus ya, sama kayak KJP. KJP waktu pertama lewat pun banyak yang enggak tepat sasaran lalu kita mulai kunci lagi kunci lagi akhirnya kita ketemu formula tanpa menarik tunai, langsung kita punya penghematan banyak. Yang tidak tepat sasaran langsung terkunci di sistem perbankan. Jadi semua sistem harus terus kita perbaharui,” kata Ahok.

Selain itu, KJMU juga diharapkan dapat meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Jakarta. Sebab, semakin banyak masyarakat yang mengenyam pendidikan tinggi maka semakin lama pula jangka waktu pendidikan yang ditempuh.

“Dengan program seperti ini, lamanya orang sekolah di Jakarta akan naik supaya IPM kita sejajar dengan dunia,” ujarnya.

30 universitas yang melakukan kerja sama KJMU yakni Universitas Islam Sunan Ampel, Universitas Islam Raden Fatah Palembang, Universitas Islam Purwakarta, Universitas Negeri Lampung, Universitas Negeri Semarang, Insititut Seni Budaya Bandung, Universitas Islam Tulungagung, Universitas Sulawesi Barat, Universitas Singaperbangsa Karawang dan Universitas Islam Syekh Nurjati.

Selain itu, Universitas Islam Bandung, Universitas Gorontalo, Universitas Veteran Jakarta, Universitas Islam Bandung, Universitas Andalas, Universitas Jenderal Sudirman, Universitas Negeri Tirtayasa, Universitas Islam Salatiga, Universitas Sembilan Belas November Kolaka, Politeknik Bandung dan IAIN Bengkulu.

Kemudian IAIN Mataram, UPN Veteran Jawa Timur, UIN Jatim, IAIN Surakarta, Universitas Airlangga, Universitas Pattimura, IAIN Sultan Maulana Hasanudin, STAIN Kediri dan IAIN Lampung.
(Muspri-sisidunia.com)