sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Hukuman Cambuk Di Aceh Diharapkan Tak Hanya Berlaku Bagi Masyarakat Miskin

Hukuman Cambuk Di Aceh Diharapkan Tak Hanya Berlaku Bagi Masyarakat Miskin



Banda Aceh – Sebanyak tujuh pasangan muda di kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, dihukum cambuk karena dianggap berduaan di tempat sepi serta bercampur pria-perempuan bukan muhrim di suatu tempat.

Hukuman Cambuk Di Aceh Diharapkan Tak Hanya Berlaku Bagi Masyarakat Miskin

Hukuman cambuk itu digelar di masjid Gampong Kramat, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh, Senin (17/10) siang. Satu pasangan dijerat pasal khalwat (mesum) karena tertangkap berduaan di tempat sepi, sementara enam pasangan dijerat khalwat dan ikhtilath (atau bercampur pria dan perempuan bukan muhrim di suatu tempat).

Salah seorang terhukum berinisal MB, yang berusia 23 tahun, mengaku bersalah dan menerima hukuman cambuk, tetapi dirinya meminta hukuman itu tidak hanya dijatuhkan pada orang kecil.

“Saya hanya berharap, hukuman cambuk tidak hanya dijatuhkan pada orang kecil, siapa pun yang melakukan kesalahan harus dihukum sama dan adil,” kata pria kelahiran 1993, usai menjalani hukuman.

Adapun seorang terhukum perempuan berinisial AM, yang berusia 21 tahun, hukuman cambuknya ditunda karena sedang hamil tiga bulan. Dia rencananya akan dicambuk sebanyak 23 kali. Tujuh orang pasangan muda yang dianggap melanggar Qanun atau Perda nomor 6 tahun 2014 tentang Hukum Jinayat ini kelahiran antara tahun 1986 dan 1998.

Mereka satu persatu dinaikkan ke atas panggung sebelum dihukum cambuk oleh petugas yang mengenakan penutup wajah. Wakil Wali Kota Banda Aceh, Zainal Arifin, mengatakan pelaku sebetulnya tidak boleh dimusuhi, tapi harus dirangkul sehingga tidak lagi melakukan kesalahan yang sama. Namun, ia menegaskan, hukuman cambuk itu sudah sesuai dengan aturan yang berlaku di Aceh.
(Muspri-sisidunia.com)