Home » News » Politisi PDIP Menilai Kepemimpinan Jokowi Lebih Baik Dibanding Soeharto

Politisi PDIP Menilai Kepemimpinan Jokowi Lebih Baik Dibanding Soeharto



Jakarta – Politisi PDI Perjuangan Maruarar Sirait mengatakan kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan wakilnya Jusuf Kalla terbilang sukses menyetabilkan kondisi politik di Indonesia.

Politisi PDIP Menilai Kepemimpinan Jokowi Lebih Baik Dibanding Soeharto

“Bagaimana dia bisa membuat stabilitas politik dalam dua tahun. Pak Harto saja waktu orde baru, berapa tahun dia buat stabilitas politik, Pak Jokowi dua tahun ini bagaimana sinergi partai politik pendukung makin mendukung,” kata Maruar, Sabtu (22/10/2016).

Menurutnya, itu terlihat dari cara Jokowi membuat beberapa kebijakan. Seperti memilih para pemimpin di lembaga negara. Ia menilai itu semua, tetap ada proses demokrasi di dalamnya.

“Bagaimana program-program pemilihan Kapolri, BIN, UU Tax Amnesty itu bisa berjalan. Tetapi itu tidak dimanfaatkan untuk mematikan demokrasi. Buktinya di depan istana mau demo boleh,” ujar dia.

Kata dia, pemerintahan Jokowi-JK, seluruh pihak dibebaskan untuk melempar kritik. Baik dari media, maupun kaum intelektual.

“Lihat media kritik boleh, intelektual kritik boleh. Pemerintahan yang stabil tidak dilakukan melalui represif dan tekanan, tetapi kepercayaan. Ada yang tidak percaya ya, tapi hanya sedikit. Itulah bagaimana cara menumbuhkan rasa aman, tren positif. Lihat di negara lain tren pertumbuhan menurun,” tambahnya.

Perbandingan tersebut juga terlihat ketika kedua Presiden mengunjungi Blair House dan mengisi buku tamu yang berada disana. Jokowi berkunjung ke sana pada 27 Oktober 2015 waktu setempat dan Soeharto berkunjung ke sana pada 28 Mei 1970 silam. Jika dilihat dari kalimat yang mereka buat, Presiden Joko Widodo sangat terkesan dan melontarkan banyak rasa terima kasih atas keramahtamahan dan sikap bersahabat yang diberikan selama beliau di Washington DC. Sementara itu, Presiden Soeharto merasa berterima kasih karena pelayanan yang sudah diberikan oleh pihak Blair House kepadanya dan delegasi Indonesia.
(Muspri-sisidunia.com)