sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Travel & Kuliner » Edisi Presiden Jokowi Pulang Kampung Bareng Tim Wartawan

Edisi Presiden Jokowi Pulang Kampung Bareng Tim Wartawan



Solo – Presiden Joko Widodo mengajak tim wartawan mengunjungi kampung halamannya, Solo di Jawa Tengah, sekaligus melakukan wawancara eksklusif dengan tim wartawan dari London dan Jakarta.

Edisi Presiden Jokowi Pulang Kampung Bareng Tim Wartawan

Tiba di Solo Jumat (14/10) malam, tim wartawan World dan wartawan Indonesia menyambangi restoran martabak milik putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka. Kami memesan martabak yang menjadi menu khas di ‘Markobar’ –terang bulan delapan rasa – sesuai dengan rekomendasi sang tuan rumah.

Gibran, yang terkenal tidak banyak bicara, tidak memberi banyak komentar ketika diwawancara tim wartawan. Dia lebih bersemangat menjawab pertanyaan seputar usahanya dibanding politik.
Saat ini Gibran memiliki dua usaha makanan yaitu katering Chilli Pari dan jaringan restoran Markobar.

Keesokan harinya Sabtu (15/10), kami menyertai mengunjungi proyek tol Solo Kertosono -bagian dari ruas Ngawi-Kertosono- yang merupakan bagian dari rencana tol Trans Jawa. Di sini, Presiden Jokowi memberikan jumpa pers kepada para wartawan media lokal terkait perkembangan proyek. Ia banyak memberikan keterangan kepada wartawan terkait pembangunan infrastruktur yang menjadi fokus ekonomi Presiden Jokowi.

Keesokan paginya, tim wartawan mengikuti Presiden Jokowi di Hari Bebas Kendaraan (Car Free Day) di sepanjang Jalan Slamet Riyadi. Banyak sekali masyarakat sekitar yang antusias bertemu dan foto selfie dengan mantan walikota mereka.

Disambut oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Presiden didampingi oleh Ibu Negara Iriana dan Walikota Solo F.X Hadi Rudyatmo berjalan kaki di Hari Bebas Kendaraan. Tak jarang masyarakat memaksa mendekat ke Presiden sehingga membuat Pasukan Pengamanan Presiden kewalahan. Presiden yang menganggap dirinya ‘bagian dari rakyat’ kerap berhenti melayani permintaan ‘selfie’ dari rakyatnya.
(Muspri-sisidunia.com)