sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Gaya Hidup » Bukti Cinta Literasi, Elis Dan Suami Sediakan Angkot Pustaka Untuk Umum

Bukti Cinta Literasi, Elis Dan Suami Sediakan Angkot Pustaka Untuk Umum



Bandung – Sebuah upaya yang dilakukan oleh pasangan suami istri di Kabupaten Bandung untuk memberi bacaan gratis pada penumpang angkot mendapat respons positif dari pengguna media sosial.

Bukti Cinta Literasi, Elis Dan Suami Sediakan Angkot Pustaka Untuk Umum

Elis Ratna, seorang petugas perpustakaan di SDN Cisalak, Kabupaten Bandung, bersama suaminya – yang sudah bekerja sebagai sopir angkutan umum selama 20 tahun – mengajak orang-orang membaca dengan menyusun rak sederhana di bagian belakang angkot dan mengisinya dengan buku-buku bacaan.

Kepada wartawan, Elis mengatakan angkot pustaka ini telah dioperasikan selama empat bulan dan mendapat sambutan positif dari para penumpang. “Kalau bapak-bapak suka buku kepribadian, kalau ibu-ibu banyak mau buku resep zaman sekarang,” katanya.

Kecintaan Elis pada dunia literasi bukanlah hal baru. Dalam beberapa tahun terakhir, dia telah mengoperasikan perpustakaan keliling dengan menggunakan motor, menawarkan bacaan gratis pada anak-anak di desa sekitar.

“Idenya dari keprihatian pribadi. Dulu kan saya sekolah kurang dana, saya gak mau orang mengalami seperti saya. Pendidikan itu menuntaskan semua masalah kehidupan,” katanya.

Melihat upaya rutin yang dilakukan isrinya, Muhamad Piyan Sopian lalu tergerak untuk ikut membantu dengan menyediakan buku di angkot. Trayek angkot Sopian dari kabupaten ke kota biasanya ditempuh dalam waktu dua jam, cukup bagi penumpang untuk membaca.

Elis mengatakan banyak mimpi yang ingin dia capai termasuk menyediakan perpustakaan sendiri di dekat rumahnya. “Banyak anak-anak kampung yang mungkin potensinya lebih baik dari orang kota. Anak-anak di sini butuh (buku-buku dan pendidikan). Saya hanya menanamkan (ajaran) bahwa pendidikan hak segala bangsa. Walau saya bukan guru, minimal dengan membaca, mereka bisa melangkah mandiri,” katanya.
(Muspri-sisidunia.com)