sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Ekonomi & Bisnis » Unik, Pedagang Bakso di Parepare Terima Pembayaran Uang Asing

Unik, Pedagang Bakso di Parepare Terima Pembayaran Uang Asing



Parepare – Seorang pedagang bakso keliling bernama Pak Mendi (50) di Kota Parepare, Sulawesi Selatan, menerima pembayaran dengan mata uang asing dan juga uang kuno. Warga kelahiran Klaten, Jawa tengah ini, akan menerima pembayaran dengan hati senang.

Unik, Pedagang Bakso di Parepare Terima Pembayaran Uang Asing

“Mau pake dollar, riyal, yen, ringgit atau uang kuno sekali pun, saya terima,“ ujar Mendi sambil melayani pembeli saat ditemui di Jalan Mappangara, Kelurahan Lapadde, Kecamatan Ujung, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, Kamis (20/10/2016).

Baca juga : Unik, Pedagang Krupuk Asal Garut Ini Jual “Luna Maya”

Mendi mengatakan, jika ada pembeli bakso atau memilih tahu dengan memberikan uang asing, Mendi akan memberikan bakso atau tahu sesuai dengan nilai mata uang itu.

“Misalnya, jika satu dollar sekarang Rp 12.000 maka saya beri pelanggan tersebut 12 butir bakso, karena bakso sebutirnya seharga, Rp 1.000,“ kata Mendi.

Sementara itu, untuk mata uang kuno, misalnya mata uang Arab yang berbentuk koin atau kertas, itu tergantung kesepakatan antara pelanggannya.

“Kalau pelanggan berikan uang kuno, itu tergantung kesepatakan antara saya dengan pelanggan, mau ditukar bakso atau ditukar uang rupiah,“ ujar Mendi.

Pasmawati, seorang perantau asal Malaysia yang pulang ke kampung halamanya karena cuti melahirkan, mengaku heran, seorang pedagang bakso di Parepare mau menerima mata uang apa saja jika membeli bakso.

“Saat saya membeli bakso Mas Mendi pertama kali, saya heran Mas Mendi menerima saat saya memberikan mata uang ringgit,“ ungkap Pasmawati.

Sementara itu, Mendi sebelumnya diketahui mempunyai hobi mengoleksi uang-uang klasik, baik koin maupun uang kertas. Hobi ini dilakoninya sejak sekitar tujuh tahun lalu itu saat berprofesi sebagai pedagang es keliling. (bens – sisidunia.com)