Home » News » Luhut Sarankan ‘Tukang Kritik’ Pemerintah Untuk Bicara Menggunakan Data Bukan Perasaan

Luhut Sarankan ‘Tukang Kritik’ Pemerintah Untuk Bicara Menggunakan Data Bukan Perasaan



Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengklaim pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla sudah berjalan baik selama dua tahun ini.

Luhut Sarankan 'Tukang Kritik' Pemerintah Untuk Bicara Menggunakan Data Bukan Perasaan

Paparan keberhasilan pemerintah disampaikan Luhut dalam press briefing “2 Tahun Kerja Nyata Jokowi-JK”, di Gedung Binagraha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (21/10/2016). Acara ini digelar oleh Kantor Staf Kepresidenan dengan mengundang para menteri untuk menyampaikan hasil kerja mereka selama dua tahun pemerintahan Jokowi-JK.

Namun, Luhut tidak menjelaskan secara spesifik terkait keberhasilan kementeriannya. Ia justru menjelaskan keberhasilan pemerintah secara umum. Luhut mengatakan, dalam dua tahun, tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Jokowi-JK meningkat pesat. Hal itu terlihat dari berbagai hasil survei seperti yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).

“Popularitas pemerintahan Jokowi sangat baik,” kata dia.

Luhut menilai, tingginya tingkat kepuasan publik ini tidak terlepas dari keberhasilan Jokowi-JK meningkatkan pertumbuhan ekonomi, sekaligus melakukan pemerataan di berbagai daerah melalui dana desa. Pembangunan infrastruktur juga berjalan dengan baik sesuai janji kampanye.

“Dari infrastruktur saya kira tidak banyak isu, hampir Rp 500 miliar dollar AS dalam kurun waktu pemerintahan Jokowi,” ucap dia.

Luhut juga bicara soal program pengampunan pajak atau tax amnesty yang menjadi andalan pemerintah untuk menggenjot pendapatan dari pajak. Ia menilai, capaian tax amnesty yang sesuai target menunjukkan kepercayaan dunia usaha kepada pemerintah. Ia juga menekankan, pemerintah tetap terbuka dengan berbagai kritik. Namun, Luhut meminta kritik yang diberikan bersikap konstruktif, serta memberikan solusi.

“Silakan kritik pemerintah tapi pakai data, jangan pakai perasaan. Kalau mau bicara perasaan untuk menyatakan cinta saja, tapi kalau ekonomi kita pakai angka,” kata Luhut.
(Muspri-sisidunia.com)