Home » News » Ganjar Pranowo Ajak Masyarakat Laporkan Jika Melihat Pungli

Ganjar Pranowo Ajak Masyarakat Laporkan Jika Melihat Pungli



Jakarta – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, pemberantasan pungli sebenarnya sangat mudah untuk dilakukan dengan era teknologi informasi yang canggih saat ini.

Ganjar Pranowo Ajak Masyarakat Laporkan Jika Melihat Pungli

Para masyarakat cukup hanya memotret atau merekam oknum pemerintah atau aparat yang melakukan pungutan liar. Dan hasilnya pun bisa langsung diunggah ke media sosial.

Baca juga : Ganjar Pranowo Semprot Polisi Yang Lakukan Pungli Terhadap Warga

Ganjar mempersilahkan masyarakat khususnya wilayah Jawa Tengah untuk melaporkan aksi pungli ke akun twitternya @ganjarpranowo.

“Kamu lihat pungli, rekam, lapor ke Ganjar cukup ke Twitter @ganjarpranowo, selesai,” kata Ganjar usai mengikuti rapat koordinasi antara para Gubernur dan Presiden terkait di Istana Negara, Jakarta, Kamis (20/10/2016).

Rakor salah satunya menekankan mengenai pemberantasan pungli yang saat ini sedang gencar dilakukan oleh pemerintah pusat.

Ganjar mengatakan, untuk memberantas pungli memang dibutuhkan peran pemerintah baik di pusat maupun di daerah. Namun, pemberantasan pungli juga sangat tergantung dengan partisipasi masyarakat.

“Ayo partisipasi masyarakat. Ayo ramai-ramai berburu pungli. Rekam, upload, seperti berburu Pokemon,” kata dia.

Ganjar memastikan tidak akan ada ampun bagi pegawai di lingkungan Pemprov Jateng yang ketahuan melakukan pungli. Ia menekankan, sebelum tim sapu bersih pungli dibentuk oleh pemerintah pusat, ia sudah gencar melakukan pemberantasan pungli di wilayah Jawa Tengah. Misalnya, saat ia mengamuk karena pungli di Jembatan Timbang di Batang, pada 2014 lalu.

“Sekarang enggak ada kompromi kalau di Jateng. Pegawai Pemprov Jateng pungli, kami beresi detik itu,” ucapnya.

Jokowi mengajak para gubernur untuk turut berkontribusi memberantas pungutan liar di sektor pelayanan publik dalam sambutannya di rapat koordinasi siang ini. Terkait praktik pungutan liar di sejumlah sektor pelayanan publik, Jokowi mengaku menerima puluhan ribu laporan dari masyarakat .

Sebenarnya nilai pungli tidaklah besar. Hanya berkisar Rp 10.000, Rp 50.000, Rp 100.000 hingga Rp 1.000.000.

“Bukan masalah urusan Rp 10.000, ya. Tapi pungli ini sudah membuat masyarakat kita susah dalam mengurus sesuatu,” ujar Jokowi. (bens – sisidunia.com)