sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Debat Ketiga Untuk Hillary Clinton Dan Donald Trump

Debat Ketiga Untuk Hillary Clinton Dan Donald Trump



Las Vegas – Jajak pendapat memperlihatkan Trump kehilangan dukungan suara di beberapa negara bagian penting setelah munculnya dugaan pelecehan seksual yang dilakukannya.

Debat Ketiga Untuk Hillary Clinton Dan Donald Trump

Kandidat presiden AS dari Partai Republik Donald Trump menuduh saingannya Hillary Clinton “terlalu bersemangat” selama debat terakhir mereka, dan mengatakan mereka seharusnya menjalani tes narkoba sebelum debat berikutnya. Dia juga memperkirakan pemilihan presiden tampak seperti ”pemilu yang dicurangi”.

Bagaimanapun Clinton tetap tidak populer di kalanga banyak pemilih dan menghadapi berita buruk terkait dengan penggunaan alamat email pribadi saat dia masih menjabat Menteri Luar Negeri. Jutaan orang diperkirakan akan mengikuti debat ketiga dan sekaligus pula yang terakhir menjelang pemilihan presiden yang akan digelar pada 8 November mendatang.

Debat berlangsung pada Rabu (19/10) pukul 21.00 waktu Amerika Serikat -atau pukul 07.00, Kamis (20/10) Waktu Indonesia Barat- dengan moderator Christ Wallace dari stasiun TV Fox News. Kedua calon presiden akan membahwa enam topik, yaitu hutang nasional serta tunjangan sosial dan kesehatan, imigrasi, ekonomi, Mahkamah Agung, masalah luar negeri, dan kebugaran untuk menjadi presiden.

Trump mengundang saudara tiri Presiden Obama, Malik Obama, yang merupakan salah seorang pendukungnya, sebagai tamu undangan. Dia juga mengundang Patricia Smith, ibu dari seorang pria yang tewas dalam serangan atas kantor konsulat jenderal AS di Benghazi, Libia, pada tahun 2012, ketika Clinton menjabat sebagai Menlu.

Sementara kubu Clinton sepertinya tidak ingin ‘kehebohan’ dan juru bicaranya mengatkan calon dari Partai Demokrat tersebut siap dengan semua taktik ‘bumi hangus’ yang dilancarkan saingannya.
(Muspri-sisidunia.com)