sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Kedatangan Agus dan Sylvi Ke Vihara Disambut Meriah Oleh Warga Tionghoa

Kedatangan Agus dan Sylvi Ke Vihara Disambut Meriah Oleh Warga Tionghoa



Jakarta – Warga Tionghoa menyambut kedatangan Agus Yudhoyono dan Sylviana Murni ke Vihara Avalokitasvara. Barongsai menyambut, doa diucapkan, hingga sebutan ‘hopeng’ disematkan untuk keduanya.

Kedatangan Agus dan Sylvi Ke Vihara Disambut Meriah Oleh Warga Tionghoa

Hopeng berasal dari bahasa Tionghoa hao peng you yang artinya teman baik, teman akrab atau sahabat. Bisa dipercaya juga menjadi salah satu kriteria seorang teman disebut sebagai hopeng.

Baca juga : Kesetiaan Annisa Pohan Dampingi Agus di Pilgub DKI 2017

Sapaan itu pula yang diberikan untuk Agus Yudhoyono serta pasangannya di Pilgub DKI 2017, Sylviana Murni. Keduanya diperkenalkan kepada warga Tionghoa di Mangga Besar.

“Umat, ini kami kenalkan Mas Agus Harimurti Yudhoyono dan Mpok Sylvi sebagai hopeng kami,” kata Duta Wira di Vihara Avalokitasvara, Mangga Besar, Jakarta Barat, Rabu (19/10/2016).

Ada ratusan warga yang menyambut Agus-Sylvi serta memberikan doa untuk keduanya. Ada pula yang mengajak foto bersama.

“Kita doakan semoga semuanya lancar,” ucap Duta Wira.

“Mas Agus, semoga sukses. Semoga menang,” ujar warga lainnya menyahut.

Antusiasme warga berlanjut saat pasangan bakal cagub-cawagub yang diusung 4 parpol itu berjalan kaki ke kawasan pecinan di Sawah Besar. Agus Yudhoyono mendengarkan curhat warga hingga mencium bayi yang dibawa para warga.

Agus telah menyoroti aspek kemajemukan di Jakarta. Ia juga mengatakan bahwa pemimpin harus bisa mengayomi semua warga, apapun etnis dan agamanya.

“Saya selalu mengatakan bahwa itulah kekuatan dan keunikan Indonesia, kemajemukan tetapi kita sudah sepakat bahwa persatuan di atas segalanya. Kita tentu setiap pemimpin harus bisa mengayomi, seluruh warganya termasuk di Jakarta ini ya kita tahu terdiri dari berbagai suku etnis dan pemeluk agama semua memiliki hak dan kewajiban yang serupa yaitu untuk menjaga persatuan menghargai perbedaan tetapi juga meyakini bahwa kita punya tujuan besar bersama begitu,” ucap Agus, hopeng warga Tionghoa di Mangga Besar. (bens – sisidunia.com)