sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Oknum Polisi Sorong Tertangkap Basah Lakukan Pungli

Oknum Polisi Sorong Tertangkap Basah Lakukan Pungli



Sorong – Anggota Polres Sorong tertangkap tangan oleh Satpas SIM Polres Sorong, tengah melakukan aksi pungutan liar (pungli) pembuatan SIM. Modusnya, pemohon SIM hanya perlu memberikan sejumlah uang agar permohonan SIM tak perlu ujian praktik.

Oknum Polisi Sorong Tertangkap Basah Lakukan Pungli

Oknum itu yakni SK, DV, L, dan D dari Satlantas dan EN dari Reskrim dengan tarif pembuatan SIM sekitar Rp300 ribu hingga Ro340 ribu. Padahal, biaya pembuatan SIM hanya RP120 ribu untuk SIM A, sedangkan SIM C sebesar Rp100 ribu. Kapolres Sorong AKBP Moch. Rudy Prasetya membenarkan Propam Polda Papua Barat melakukan sidak dan pemeriksaan tersebut. Rudy menjamin, oknum yang terlibat akan ditindak tegas bila terbukti melakukan pungli.

“Kami akan melakukan tindakan tegas sesuai pelanggaran yang dilanggar keempat anggota tersebut. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan dari Propam dan saya pastikan, keempat anggota itu akan berpindah tugas, bukan lagi berada di bagian lantas,” katanya, Senin (17/10/2016)

Rudy mengatakan, kronologis OTT, Kabid Propam Polda Papua Barat melakukan sidak di Satpas SIM Polres Sorong, tepatnya di ruangan Benma Lantas. Saat memasuki ruangan, ditemukan Bripka L tengah menghitung uang.

Rupanya, uang tersebut merupakan hasil produksi harian SIM di luar Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Ro1,410,000. Diduga, oknum tersebut melakukan percaloan pembuatan SIM A dan SIM C tanpa tes praktik uji mengendarai. Rudy meminta agar anggota kepolisian Polres Sorong tidak lagi melakukan tindakan yang dapat merugikan masyarakat. Semua tarif pelayanan jasa untuk masyarakat telah ditentukan.

“Jangan coba-coba anggota Polres Sorong melakukan pungli kepada masyarakat. Saya paling anti dengan hal yang merugikan masyarakat. Kita adalah pelindung masyarakat, masa kita menyusahkan masyarakat. Saya pertegas, siapa yang melakukan pungli tidak ada toleransi hukuman,”tegasnya.
(Muspri-sisidunia.com)