sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Hubungan AS-Rusia Capai Titik Terendah

Hubungan AS-Rusia Capai Titik Terendah



Moskow – Dalam beberapa hari terakhir, hubungan Negeri Paman Sam dan Rusia digambarkan memasuki kondisi terendah sejak Perang Dingin. Hal itu dipicu dari sikap Washington yang bertentangan dengan Rusia soal perang Suriah.

Hubungan AS-Rusia Capai Titik Terendah

AS juga menuding Rusia melancarkan peretasan email sejumlah tokoh AS salah satunya, capres AS asal Partai Demokrat, Hillary Clinton. Rusia telah membantah tuduhan ini. Mereka justru balik menuding AS lah yang telah melakukan peretasan. Sementara itu Kremlin dilaporkan telah menangguhkan serangkaian pakta nuklir termasuk kesepakatan kerjasama simbolik untuk memangkas stok plutonium, bahan pembuatan senjata nuklir.

Terkait dengan memanasnya dua kekuatan besar dunia ini, Kremlin dikabarkan telah memindahkan rudal berkemampuan nuklirnya ke dekat perbatasan Rusia-Polandia. Rudal Iskander dikirim ke Kaliningrad, kawasan yang merupakan kantong Rusia di Laut Baltik–terletak di antara negara-negara anggota NATO, Polandia dan Lithuania.

Pejabat Polandia mendeskripsikan langkah ini sebagai salah satu ‘isu penting’. Dalam dua hari terakhir, Presiden Putin ramai diberitakan membatalkan kunjungannya ke Paris setelah Presiden Prancis, Francois Hollande mengatakan pasukan Suriah dengan didukung angkatan udara Rusia telah melakukan kejahatan perang di Aleppo.

Menurut agenda, Putin akan berkunjung ke Prancis pada 19 Oktober mendatang. Ia dijadwalkan akan meresmikan sebuah pusat spiritual milik Gereja Ortodoks di dekat Menara Eiffel, namun Presiden Hollande bersikeras akan membahas isu Suriah dengan pemimpin Rusia itu.

“Pembatalan kunjungan yang akan berlangsung dalam waktu dekat adalah langkah serius…mengingatkan pada Perang Dingin,” ujar Analis kebijakan luar negeri Rusia, Fyodor Lukyanov.

“Ini adalah bagian dari eskalasi yang lebih luas dalam ketegangan antara Rusia dan Barat, serta Rusia dan NATO,” imbuhnya kepada AFP.
(Muspri-sisidunia.com)