sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » 9 Orang Tewas 18 Orang Luka Akibat Robohnya Jembatan Nusa Lembongan Bali

9 Orang Tewas 18 Orang Luka Akibat Robohnya Jembatan Nusa Lembongan Bali



Nusa Penida – Jembatan Kuning, jembatan yang menghubungkan antara Pulau Lembongan dan Ceningan di Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali, ambruk. Tragisnya, jembatan ambruk di Nusa Penida itu tengah ramai warga yang berkunjung dan bersembahyang, lantaran kemarin ini merupakan Hari Raya Nyepi Segara (tidak berlayar).

9 Orang Tewas 18 Orang Luka Akibat Robohnya Jembatan Nusa Lembongan Bali

Tak ayal, beberapa warga dan pengendara sepeda motor yang tengah melintas tersebut tercebur ke laut. Peristiwa yang terjadi pada Minggu (16/10/2016) sekitar pukul 18.45 Wita itu begitu cepat. Tak ada tanda-tanda apa pun, tiba-tiba saja jembatan di Nusa Penida, yang oleh warga disebut “Jembatan Cinta” itu roboh. Saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama warga dan kepolisian setempat masih melakukan upaya pencarian beberapa warga yang diperkirakan masih tertimpa reruntuhan.

Saat peristiwa terjadi, air laut dalam kondisi surut. “Saat ini (malam) masih upaya pencarian,” ucap Kepala SAR Denpasar Didi Hamzar, Minggu (16/10/2016). Hingga kini, dilaporkan 9 orang ditemukan dalam kondisi tewas. Sementara korban luka-luka mencapai 18 orang.

Sementara seorang warga bernama Adi yang dihubungi terpisah mengaku kepanikan menimpa warga saat peristiwa nahas itu terjadi. Apalagi, tak jauh dari lokasi runtuhnya jembatan tengah digelar prosesi persembahyangan. Menurut dia, sebelumnya Jembatan Kuning memang beberapa kali mengalami kerusakan dan sudah mendapat perbaikan. Usia dan fondasi jembatan yang sudah tua diduga menjadi penyebab ambruknya penghubung akses darat Lembongan-Ceningan.

Kecamatan Nusa Penida kemarin ini menggelar Nyepi Segara setelah puncak upacara Ngusaba. Informasi dari panitia Ngusaba, Mangku Nyoman Dunia, upacara Ngusaba merupakan rangkaian upacara pembersihan Buana Alit dan Buana Agung khususnya di Segara.

Kata dia, setelah serangkaian upacara tersebut sehari penuh aktivitas di laut tidak diperbolehkan karena sedang berlangsung Nyepi Segara. Jadi, aktivitas penyeberangan menuju Nusa Penida dan sebaliknya dihentikan selama 24 jam termasuk aktivitas wisata bahari di Nusa Lembongan dan Ceningan, Nusa Penida.

“Selama sehari ini aktivitas penyeberangan terhenti selama upacara Nyepi Segara, besoknya baru penyeberangan normal kembali,” ucap dia kemarin.
(Muspri-sisidunia.com)