Home » News » Istri Gus Dur : ‚ÄúDemokrasi Itu Jangan Pakai Emosi”

Istri Gus Dur : ‚ÄúDemokrasi Itu Jangan Pakai Emosi”



Jakarta – Istri mendiang Presiden Abdurahman Wahid, Sinta Nuriyah meminta agar Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tak memikirkan sejumlah ocehan yang dilontarkan ormas Front Pembela Islam (FPI).

Istri Gus Dur : “Demokrasi Itu Jangan Pakai Emosi"

‚ÄúJangan dipikirkanlah yang gitu-gitu. Gak ada pentingnya,‚ÄĚ kata Sinta kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (15/10/2016).

Sinta melanjutkan, masyarakat terutama FPI dan kroni-kroninya agar tetap tenang. Hindari ucapan-ucapan tak perlu yang bisa memperkeruh suasana.

‚ÄúDemokrasi itu jangan pakai emosi. Utamakan hati nurani,‚ÄĚ terang Sinta.

‚ÄéSeperti diketahui, Jumat (14/10/2016) kemarin, ribuan massa FPI meminta agar Ahok dibunuh dan digantung di Monas. Hal itu karena Gubernur DKI Jakarta itu dituduh telah menghina Alquran.

Diketahui belakangan ini dalam acara “Rosi” yang ditayangkan Kompas TV, Kamis (8/9/2016) malam, istri Almarhum Gus Dur, Sinta Nuriyah Wahid, juga menceritakan kedekatan suaminya dengan Basuki atau Ahok. Ada dua hal, kata Sinta, yang membuat Gus Dur mendukung Ahok.

“Karena mungkin tertarik dengan keberanian seorang Ahok. Seorang minoritas yang berani tampil untuk merebut posisi dari kelompok yang sudah dominan. Ini buat Gus Dur sangat menarik,” kata Sinta.

Sinta menuturkan, bagi Gus Dur, hal ini merupakan sebuah pembelajaran untuk menegakkan konstitusi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia melanjutkan, hal kedua yang membuat Gus Dur tertarik kepada Abok adalah kepribadian mantan Bupati Belitung Timur itu.

“Karena pada waktu itu, Ahok dianggap sebagai sosok yang bersih, jujur, dan terbuka. Sekarang saya enggak tahu sudah berubah atau belum,” kata Sinta.
(Muspri-sisidunia.com)