sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Hiburan » Inilah Sosok Calon Raja Thailand yang ‘Nyentrik’

Inilah Sosok Calon Raja Thailand yang ‘Nyentrik’



Bangkok – Raja Bhumibol Adulyadej yang dicintai itu telah pergi. Thailand pun basah oleh air mata. Bagi rakyat, mendiang bukan sekedar penguasa, namun sosok ‘setengah dewa’.

Inilah Sosok Calon Raja Thailand yang 'Nyentrik'

Ia dihargai atas upayanya membantu penduduk miskin. Sang raja juga menjadi figur pemersatu, simbol stabilitas di tengah negeri yang kerap didera konflik politik yang diwarnai sejumlah kudeta dan 20 pergantian konstitusi.

Tak lama setelah sang raja mangkat, PM Thailand, Prayuth Chan-ocha mengumumkan sang putra mahkota, Maha Vajiralongkorn akan menggantikan duduk di singgasana. Kelak ia akan dinobatkan sebagai Raja Rama X.

Perwaris takhta berusia 64 tahun itu kurang dikenal oleh rakyat Thailand. Ia sama sekali tak bisa dibandingkan dengan popularitas Raja Bhumibol. Maha Vajiralongkorn lebih sering berada di luar negeri, terutama di Jerman.

Namun, keluarga kerajaaan Thailand dilindungi oleh hukum lèse majesté yang melindungi para ningrat dari penghinaan. Dilarang mengkritik, barang siapa melanggar, bui menanti. Di dunia luar, kabar mengemuka calon raja Thailand justru didominasi berita negatif tentang gaya hidupnya.

Berikut 3 hal menarik Maha Vajiralongkorn, pewaris takhta monarki paling kaya di dunia di tengah di tengah konflik yang melanda negaranya:

1. Seorang Pilot Militer
Maha Vajiralongkorn lahir pada 28 Juli 1952 di Bangkok. Ia adalah anak kedua pasangan Raja Bhumibol dan Ratu Sirikit. Satu-satunya keturunan pria. Saat kembali ke Thailand, ia bergabung di angkatan bersenjata, menjadi pilot militer. Seperti dikutip dari Channel News Asia, Vajiralongkorn mulai tertarik menerbangkan pesawat setelah mempelajarinya di Amerika Serikat.

Maha Vajiralongkorn dipilih sebagai pewaris takhta pada 28 Desember 1972. Itu artinya, ia sudah jadi putra mahkota selama 44 tahun.Sang pangeran menjalani pendidikan di sekolah elite di Inggris dan Australia, juga menjalani pelatihan militer di Negeri Kanguru, tepatnya di Royal Military College.

2. Seorang Yang Penuh Skandal
Maha Vajiralongkorn diketahui menikah tiga kali. Perkawinannya dengan istri kedua dan ketiga berakhir kontroversial. Setelah pernikahan keduanya bubar, ia memutuskan hubungan dengan mantan istrinya dan mengabaikan empat anak yang dihasilkan dari pernikahan itu.

Junta militer juga memblokir media Inggris, MailOnline atau Daily Mail yang pernah memuat kembali artikel video pesta mewah yang diadakan sang putra mahkota dan istri untuk merayakan ulang tahun anjing pudel mereka, Foo Foo — yang pernah bikin heboh tahun 2009 lalu.

Foo foo bukan anjing biasa. Pudel itu punya pangkat marshal di Angkatan Udara Thailand. Saat mati, ia dimakamkan dengan penghormatan. Video tersebut direkam di Istana Kerajaan atau Thai Royal Palace di Bangkok. Menunjukkan sang putri yang tampil nyaris polos, hanya mengenakan G-string di depan para tamu dan pelayan.

3. Upaya Memoles Citra
Kubu kaum ningrat sebenarnya lebih menyukai Putri Maha Chakri Sirindhorn sebagai penerus takhta. Masalahnya, ia adalah seorang perempuan.

Namun, pada April 2014 lalu pihak istana membuat suatu keputusan penting yang menohok Dewan Penasihat Kerajaan tempat elite berkumpul. Yakni, dengan menunjuk Pangeran Maha Vajiralongkorn sebagai kepala suatu badan baru dalam militer, yakni Satuan Keamanan Administrasi Kerajaan (Royal Administration Security Unit).

Selain itu, korps Pengawal Kerajaan 904 ditaruh di bawah kendalinya. Pengawal Kerajaan 904 merupakan suatu resimen infantri enam batalyon yang ditugaskan untuk mengawal keluarga kerajaan sejak didirikan pada tahun 1859.

Pemberian kekuasaan tambahan bagi putra mahkota dianggap sebagai cara untuk menangkal perselisihan terkait suksesi. Memuluskan jalannya menuju penobatan. Beberapa tahun terakhir, sang pangeran juga berupaya meningkatkan reputasinya di mata rakyat Thailand. Tahun lalu, ia memimpin ribuan pesepeda di jalanan kota Bangkok, dalam dua ajang olah raga yang digelar untuk menghormati orangtuanya. Ia mencitrakan diri sebagai putra yang berbakti dan sayang pada orangtua.
(Muspri-sisidunia.com)