sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Dosen UI Minta MUI Tidak Berpolitik

Dosen UI Minta MUI Tidak Berpolitik



Jakarta – Dosen Komunikasi FISIP Universitas Indonesia, Ade Armando, menilai Majelis Ulama Indonesia (MUI), telah mempermalukan diri sendiri dengan mengkategorikan pernyataan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok soal surat Al Maidah ayat 51, menghina Alquran dan menghina ulama.

Dosen UI Minta MUI Tidak Berpolitik

Sebab, menurut Ade, dalam Islam sendiri ada banyak tafsiran soal surat Al Maidah ayat 51 dari para ulama atau penafsir.

“MUI mempermalukan diri sendiri dengan pernyataannya ke Ahok. Kenapa? Di dalam Islam, kata siapa hanya ada satu versi (tafsiran) Al Maidah ayat 51. Siapapun yang belajar Islam serius, ada banyak versi (tafsiran) Al Maidah ayat 51,” kata Ade di kantor PARA Syndicate, Jakarta Selatan, Jumat, 14 Oktober 2016.

Seharusnya, kata dia, lembaga keagamaan tidak berpolitik. MUI harus membeberkan kepada publik, bahwa banyak tafsiran surat Al Maidah ayat 51. “MUI kan kumpulan para ulama, harusnya tidak berpolitik. MUI harus jujur ke publik, ada banyak tafsiran, ada banyak sekali. Ulama tak boleh menutupi fakta,” katanya.

Ade pun menganggap bahwa pernyataan MUI tersebut bukanlah murni pernyataan lembaga. Tapi pernyataan individu di pimpinan tertinggi MUI. “Ini bukan pernyataan MUI, hanya pernyataan pemimpinnya,” kata Ade.

Buktinya adalah, kata Ade, MUI tidak berani mengeluarkan fatwa larangan untuk memilih pemimpin yang non muslim. “Mereka (MUI) tidak akan berani kasih fatwa larang pilih pemimpin non muslim. Kenapa tak ada fatwa soal itu? Karena banyak ulama tak sepakat soal itu,” kata Ade.
(Muspri-sisidunia.com)