Home » News » Insiden Tergelincirnya Asia One Akan Diselidiki KNKT

Insiden Tergelincirnya Asia One Akan Diselidiki KNKT



Timika – Tim Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) akan segera ke Timika, Papua pada Jumat (14/10) pagi guna menyelidiki insiden tergelincirnya pesawat Cessna Grand Caravan PK-LTV milik Pemkab Mimika yang dioperasikan PT Asian One Air di Bandara Aminggaru, Ilaga, Kabupaten Puncak, Kamis pagi.

Insiden Tergelincirnya Asia One Akan Diselidiki KNKT

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Mimika John Rettob, Kamis, mengatakan bahwa tim KNKT akan tiba di Timika bersama pihak asuransi pesawat tersebut.

Baca juga : Pesawat Malaysia Airlines Alami Turbulensi Hebat, 34 Penumpang Luka-Luka

“Esok pagi pihak dari asuransi akan tiba di Timika bersama tim KNKT,” kata John di Timika.

John mengatakan pesawat yang dipiloti Kapten Ahmad Jahron dan Copilot Stevanus tergelincir di Bandara Aminggaru, Ilaga, sekitar pukul 06.25 WIT diduga karena landasan pacu licin.

“Sesuai laporan kapten Jahron, saat dia landing, runway licin sekali. Kapten berusaha mengendalikan pesawat, namun karena landasan pendek hanya 600 meter, akhirnya pesawat terus melaju dan menabrak gundukan tanah di ujung landasan,” jelas John.

Dalam insiden itu, kru pesawat tidak mengalami cedera sedikit pun. Pesawat tersebut mengangkut aneka bahan kebutuhan pokok untuk masyarakat di Ilaga, Kabupaten Puncak.

“Kondisi badan pesawat tidak mengalami kerusakan. Hanya saja ban depan pesawat sempat tertancap cukup dalam di tanah dan propeler pesawat terlipat. Sayap pesawat tidak mengalami kerusakan,” ujar John.

Pada Kamis siang, pesawat Asian One Air tersebut sudah bisa ditarik ke pinggir Bandara Aminggaru, Ilaga. “Dari laporan yang kami terima, Bandara Ilaga sudah dibuka kembali tadi siang,” jelas John.

Terkait insiden pesawat Asian One Air di Bandara Ilaga tersebut, John mengatakan tidak ada kendala dengan rute-rute penerbangan pesawat Asian One Air dari Timika ke lokasi lainnya, termasuk rute Timika-Ilaga.

“Asian One Air memiliki pesawat lain yang bisa menggantikan pesawat LTV ini untuk melayani rute-rute lainnya dengan pilot yang berbeda,” ujar John.

Kasus tergelincirnya pesawat Asian One Air di Bandara Ilaga sudah kedua kalinya dalam tahun ini. Kondisi serupa juga dialami oleh sejumlah maskapai penerbangan lain yang melayani rute penerbangan ke Ilaga.

Pesawat Asian One Air PK-LTV milik Pemkab Mimika tersebut dibeli pada 2015 langsung dari pabrik pembuatan pesawat Cesnna di Amerika Serikat. Pesawat tersebut tiba di Timika pada akhir Februari lalu dan langsung dioperasikan untuk melayani penerbangan penumpang dan barang ke sejumlah daerah di wilayah pedalaman Papua. (bens – sisidunia.com)