Home » News » Pak Dhe Karwo Tak Setuju Rencana Pemerintah Tutup PG Di Jatim

Pak Dhe Karwo Tak Setuju Rencana Pemerintah Tutup PG Di Jatim



Surabaya – Gubernur Jatim Soekarwo menolak rencana Pemerintah pusat menutup hampir semua pabrik gula (PG) di daerahnya. Ada setidaknya sepuluh PG di Jatim akan ditutup dengan dalih inefisiens dan tak profit.

Pak Dhe Karwo Tak Setuju Rencana Pemerintah Tutup PG Di Jatim

Usai Upacara Hari Jadi Provinsi Jatim ke-71, Pakde Karwo tegas menolak rencana penutupan pabrik penggiling tebu rakyat itu.

“Saya tak setuju PG di Jatim ditutup,” tandas Pakde Karwo, Rabu (12/10/2016).

Sejumlah pabrik gula yang ada saat ini adalah pabrik peninggalan Belanda. Oleh Pemerintah pusat dinilai keberadaan mereka tak memberi nilai tambah. Meski dipaksakan ditutup, gubernur asli Madiun itu tetap tak setuju.

“Kalau sampai ditutup, kasihan masyarakat petani tebu. Kultur masyarakat kita ya masyarakat tebu. Bukan terus menutup PG untuk mengatasi persoalan,” ujar Pakde.

Menurut Pakde Karwo Pemerintah tak perlu menutup pabrik yang sudah ada. Ada ketidakproduktivitasan pabrik memang harus dicarikan solusi, misalnya, mesin harus diganti atau direvitalisasi.

“Jangan ditutup pabriknya. Wong nasional kan masih kekurangan 3,8 juta ton gula,” tegas Pakde Karwo di gedung negara Grahadi Surabaya.

Pakde Karwo mendesak pemerintah pusat lebih bijak dan segera membenahi manajemen pabrik gula. Selain itu, peremajaan mesin harusnya juga dilakukan bukan malah menutup pabrik gula yang telah ada.

Untuk meningkatkan produksi tebu, maka pemerintah juga harus memikirkan untuk menyediakan bibit serta pupuk murah bagi petani. Teknologi pertanian juga harus dibenahi. Pakde Karwo mengaku telah menerima informasi yang menyebutkan rencana penutupan sejumlah PG.
(Muspri-sisidunia.com)