sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Sport » Korea Selatan Dikalahkan Iran Di Tengah Perayaan Asyura

Korea Selatan Dikalahkan Iran Di Tengah Perayaan Asyura



Teheran – Para pendukung sepak bola Iran menyaksikan tim nasional mereka mengalahkan Korea Selatan 1-0 dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia yang digelar di ibu kota Iran, Teheran pada Selasa malam (11/10).

Korea Selatan Dikalahkan Iran Di Tengah Perayaan Asyura

Pertandingan digelar bertepatan dengan malam perayaan hari besar umat Syiah, Asyura. Satu-satunya gol dicetak oleh pemain tuan rumah Sardar Azmoun pada menit ke-24. Suasana muram terasa selama pertandingan sebagai penghormatan kepada Imam Hussein, tokoh penting bagi umat Islam Syiah, yang meninggal dunia dalam perang di Karbala (sekarang wilayah Irak selatan) lebih dari 1.300 lalu.

Para penonton di Stadion Azadi diminta untuk tidak bersorak-sorai tetapi diminta mengangkat kepalan tangan dan menyebut “Ya Hussein”. Mereka mengenakan pakaian serba hitam dan bukan kaus tim nasional Iran.

Stadion berkapasitas 100.000 tempat duduk itu dilaporkan penuh dengan penonton dan pertandingan berjalan lancar tanpa insiden berarti. Adapun pemain-pemain Korea Selatan mengenakan gelang tangan berwarna hitam sebagai bentuk penghormatan kepada tuan rumah.

Sebelum pertandingan dilaksanakan, sejumlah pejabat Iran mengeluh karena kapten Korea Selatan, Ki Sung-yueng, menyamakan Teheran dengan penjara besar. Dikatakan pula bahwa beberapa pendukung Iran melemparkan botol dan benda-benda lain ke para pemain Korea Selatan ketika tiba di Teheran dengan mengenakan masker antipolusi.

Selain itu, Media Kuwait hari ini, Rabu, 12 Oktober 2016, melaporkan, aparat melepaskan dua warga Iran yang sempat ditangkap. Seperti dilansir The Associated Press, keduanya ditangkap karena memotret aula tempat pertemuan muslim Syiah di Ibu Kota Kuwait. Otoritas menyebut penangkapan mereka sebagai langkah pencegahan.
(Muspri-sisidunia.com)