sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Ekonomi & Bisnis » Bukit Asam Targetkan Kenaikan Produksi Batu Bara Sebesar 25%

Bukit Asam Targetkan Kenaikan Produksi Batu Bara Sebesar 25%



Jakarta – Perusahaan tambang batubara pelat merah, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) berencana akan menaikkan produksi 25 persen pada 2017. Dengan demikian produksi perusahaan tahun depan bertambah jadi 32,18 juta ton dari target saat ini 25,75 juta ton.

Bukit Asam Targetkan Kenaikan Produksi Batu Bara Sebesar 25%

Sekretaris Perusahaan PTBA Adib Ubaidillah menerangkan, penambahan produksi sebetulnya sudah diinginkan perusahaan sejak tahun ini seiring harga batubara yang semakin memanas. Melihat data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Harga Batubara Acuan (HBA) pada bulan Oktober tercatat US$69,07 per ton, atau naik 8,04 persen dari bulan sebelumnya US$63,93 per ton.

Namun, perusahaan harus mengurungkan niat karena pelaksanaan produksi harus sesuai dengan rencana kerja perusahaan yang disodorkan ke regulator di awal tahun. Selain itu, kapasitas fasilitas pengangkutan kereta api pun tak bisa menampung batubara apabila perusahaan memaksakan untuk menggenjot produksinya.

Sebagai informasi, kapasitas pengangkutan batubara perusahaan pada akhir tahun lalu tercatat hanya mampu mengangkut sebanyak 15 juta ton.

“Kalau untuk tahun ini, mungkin penambahan produksi tidak bisa dilakukan karena sudah di-setting sejak awal tahun. Namun, pada tahun depan kami memiliki rencana untuk meningkatkan produksi sebesar 25 persen dari angka saat ini,” ujar Adib kepada wartawan, kemarin.

Kenaikan produksi itu, lanjutnya, diharapkan bisa diakomodasi dengan peningkatan kapasitas pengangkutan dari tambang perusahaan di Muara Enim. Untuk itu, Adib berujar, PTBA akan terus berkoordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk memastikan bahwa peningkatan kapasitas ini bisa rampung di akhir tahun ini.

“Kalau infrastruktur sudah bisa di akhir tahun, maka peningkatan produksi juga bisa dilakukan tahun depan,” tuturnya.
(Muspri-sisidunia.com)