sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Alasan Hillary Clinton Dibenci Sebagian Masyarakat AS

Alasan Hillary Clinton Dibenci Sebagian Masyarakat AS



New York – Sedikit sekali calon presiden Amerika Serikat yang begitu tak disukai seperti Donald Trump dan Hillary Clinton.

Alasan Hillary Clinton Dibenci Sebagian Masyarakat AS

Namun serangan terhadap Hillary Clinton terkadang melewati batas, mengungkapkan kebencian terbuka dari para penyerangnya. Misalnya Emily Longworth, 25 tahun, yang dari negara bagian Georgia.

Ini komentarnya tentang Hillary Clinton, “Ia berbohong, penipu, perempuan narsistik yang tak layak mendapat apapun kecuali penjara seumur hidup”.

Komentar panjang lebar Emily membuat orang menonton videonya baik di kanal sosial media Facebook maupun YouTube.
Emily menjadi juru bicara kelompok yang berjualan kaos bertuliskan, “Penjarakan Hillary”. Menurut mereka Hillary patut dipenjarakan untuk kontroversi investasi properti Whitewater di tahun 1990-an.

Hillary juga dianggap bertanggungjawab untuk serangan terhadap area diplomatik Amerika di Benghazi, Libya tahun 2012 ketika ia menjabat Menteri Luar Negeri. Ia juga dianggap bersalah menggunakan server surat elektronik pribadi ketika sedang menjabat.

Banyak orang Amerika yang sepakat Hillary tercemar oleh kontroversi ini, dan mungkin bisa menjelaskan masih banyak yang tak suka pada dirinya. Namun kebanyakan pengkritiknya menahan diri dari bahasa seperti yang dipakai oleh Emily Longworth, yang akhirnya diblok oleh Facebook karena melanggar “standar kepantasan komunitas”.

“Saya melihat kedua calon diserang berdasarkan karakter fisik mereka, kepribadian mereka, serta keputusan yang mereka ambil di masa lalu,” kata Jennifer Mercieca, sejarawan yang ahli dalam retorika politik Amerika.

“Satu unsur yang membedakan keduanya adalah bahwa Hillary diserang soal fakta bahwa ia perempuan, dan Trump tidak pernah mengalami itu,” kata Jennifer.
(Muspri-sisidunia.com)