Home » Techno » 15 Technopreneur Indonesia Siap Dikirim Latihan Di Inggris

15 Technopreneur Indonesia Siap Dikirim Latihan Di Inggris



Jakarta – Indonesia menyiapkan 15 pengusaha teknologi atau technopreneur muda yang akan mengikuti pelatihan intensif dan menimba ilmu di Inggris.

15 Technopreneur Indonesia Siap Dikirim Latihan Di Inggris

Pengiriman ini dimungkinkan berkat kerja sama antara Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi dan pemerintah Inggris, yang ditandatangani di Jakarta, hari Selasa (11/10).

“Kami akan mengirim 15 pengusaha teknologi yang akan mengikuti pelatihan selama dua minggu di Inggris. Mereka akan mendapatkan pengalaman bagaimana memulai dan mengembangkan startup atau perusahaan pemula berbasis teknologi,” kata Jumain Appe, Dirjen Penguatan Inovasi Kemristek Dikti kepada wartawan.

“Pengalaman kami, jarang ada startup Indonesia yang berhasil. Makanya kami ingin para inovator muda belajar di Inggris,” kata Jumain.

Ia menjelaskan proses untuk memilih 15 pengusaha teknologi tersebut tengah dilakukan. Tadinya ada 153 orang, yang disaring menjadi 53 orang dan nantinya akan dipilih 15 orang.

“Dalam waktu dekat diharapkan sudah bisa dipilih 15 orang. Untuk bidangnya, sedang kami bahas, ada yang dari sektor teknologi informasi, pertanian, otomotif, energi, dan lain-lain,” jelas Jumain.

“Inggris punya pengalaman yang cukup bagus di dalam pengembangan techno park dan juga technopreneurship,” tambahnya.

Rencana ke depan, kata Jumain, mereka yang sudah mengenyam pelatihan di Inggris bisa berbagai pengalaman dengan para inovator muda lainnya di Indonesia. Untuk kerja sama menyiapkan generasi baru pengusaha berbasis teknologi ini pemerintah Indonesia menganggarkan dana Rp5 miliar sementara di pihak Inggris telah disetujui dana bantuan £800.000 atau sekitar Rp12,8 miliar.

Menteri Inggris yang membidangi Asia, Alok Sharma, yang menandatangani kerja sama ini menjelaskan bahwa dana yang disiapkan pemerintah Inggris secara khusus dipakai untuk mendanai pelatihan bagi inovator dan saintis muda Indonesia.

“Agar mereka bisa menjadi pendorong inovasi dan selain itu juga ini adalah bagian dari upaya meningkatkan kerja sama kedua negara di bidang sains dan teknologi,” kata Sharma.

“Proyek ini akan mendorong lahirnya generasi baru technopreneur,” tambahnya.
(Muspri-sisidunia.com)