sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Tokoh Muda Golkar Minta Jokowi Tanggapi Video Ahok

Tokoh Muda Golkar Minta Jokowi Tanggapi Video Ahok



Jakarta – Tokoh muda Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia meminta Presiden Joko Widodo bersikap terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama alias Ahok yang diduga menista Alquran.

Tokoh Muda Golkar Minta Jokowi Tanggapi Video Ahok

Doli mengatakan, Jokowi -sapaan Joko Widodo- sebagai kepala negara sudah saatnya bertindak kepada jajarannya. “Sudah saatnya Pak Jokowi juga berpendapat dan tegas kepada aparatnya yang telah melakukan penistaan agama,” ujarnya di Jakarta, Rabu (12/10).

Menurut Doli, jangan sampai Jokowi tak acuh terhadap persoalan ini. “Nanti bisa menimbulkan kesan justru mendukung apa yang dinyatakan Ahok,” tegasnya.

Lebih lanjut Doli mengatakan, pernyataan sikap Jokowi itu sangat penting, terutama bagi Golkar. “Karena Pak Jokowi sudah menjadi calon presiden Partai Golkar secara resmi pada tahun 2019,” pungkasnya.

Di sisi lain, Doli melihat sudah saatnya Dewan Pembina dan Dewan Kehormatan Golkar segera mengadakan rapat, membuat sikap, dan memberikan saran serta pertimbangan kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) terkait efek apabila Golkar tetap mendukung Ahok. Dewan-dewan tersebut memiliki tugas dan fungsi yang harus dijalankan. Di dalam AD/ART, Dewan Kehormatan bertugas memberikan pertimbangan terutama terkait dengan hal normatif dan etis, menjaga agar doktrin kekaryaan, paradigma baru, dan seluruh nilai kepartaian dan ke-Indonesiaan tetap tegak dan senantiasa berkembang dalam tubuh partai. Jadi, kata Doli, ini adalah momentum Dewan Kehormatan menunjukkan eksistensinya.

Apalagi dewan tersebut diketuai oleh BJ Habibie yang merupakan tokoh, sesepuh partai, sekaligus pendiri Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI). Ada juga Akbar Tandjung yang pernah menjadi Ketua Umum. Dewan Pembina juga penting untuk memberikan pertimbangan politis makro strategis kepada DPP, terkait dampak negatif apabila Golkar tetap mendukung Ahok.

Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan pernyataan Ahok saat kunjungan kerja di Kepulauan Seribu beberapa waktu lalu sudah masuk kategori menghina Alquran. Karenanya, MUI meminta pemerintah wajib mencegah setiap penodaan dan penistaan terhadap Alquran dan Islam dengan tidak melakukan pembiaran atas perbuatan tersebut.
(Muspri-sisidunia.com)