Home » Travel & Kuliner » Tips Memotret Makanan Dari Food Blogger Professional

Tips Memotret Makanan Dari Food Blogger Professional



Jakarta – Salah seorang netizen yang bernama Yayat dalam akun IG @da_ffana menceritakan pengalamannya ketika mengikuti worshop dengan narasumber yang bernama Fellexando Ruby yang punya akun IG @CaptainRuby Minggu. Fellex, nama akrabnya, dalam workshop tersebut menceritakan tentang tips dan trik memotret makanan bagi seorang food blogger.

Tips Memotret Makanan Dari Food Blogger Professional

Bertajuk Jenius Life X Brightspot Market of The Future, acara ini digelar tanggal 29 September hingga 2 Oktober 2016 di Senayan City Jakarta. Tiap hari talkshownya beda-beda dan diisi oleh orang yang ahli di bidangnya yang mencerminkan “Jenius” nya aplikasi ini. Jenius adalah sebuah aplikasi perbankan yang diluncurkan oleh bank BTPN dimana aplikasi ini berbasis Android dan IOS makanya tinggal unduh aja kita.

Mas Fellex, yang ngeblog sejak 2009 dan content creator di vidio.com, membuka acara dengan menampilkan contoh foto makanan dan foto diri. Mana yang lebib banyak mendapat likes? Tanyanya. Yes.. foto makananlah yang mendapat likes paling banyak.. di atas 800 likes.. banyak banget ya. Pengen dapet likes banyak? Saya pengen banget. Supaya foto makanan yang di upload bagus dan dapat likes banyak, mas Fellex kasih tau rahasianya. Begini nih rahasianya…

Yang pertama adalah berteman dengan jendela. Maksudnya saat kita mau memotret makanan, taruh makanan sedekat mungkin dengan jendela agar mendapat cahaya yang alami atau taruh makanan di outdoor yang sebagian tertutup. Cahaya matahari memberi efek alami pada nakanan dan membuatnya terlihat lebih jernih. Yang kedua perhatikan arah cahaya. Tahu rumus KKB? KKB adalah patokan arah cahaya, yaitu kanan, kiri, belakang. Jadi makanan yang terlihat bagus adalah makanan yang mendapat paparan cahaya dari kanan, kiri atau belakang.

Yang ketiga adalah rajin selfie. Soal ini sih nggak usah disuruh juga udah rajin yak. Rajin selfie membuat kita tahu mana angle yang bagus untuk sebuah foto. Jadi kalau diaplikasikan ke foto makanan kita tahu angle yang bagus untuk memotret. Angle foto paling ngetop adalah top shot. Ini cara motret dari atas. Tujuannya agar semua tampilan makanan terlihat. Tapi nggak semua makanan terlihat bagus bila dipotret secara top shot lho. Misal makanan yang kecil-kecil kalau dipotret cara top shot akan kurang jelas hasilnya.

Pelengkap makanan juga mempengaruhi tampilan foto. Foto yang sepi tanpa pelengkap akan telihat kurang bagus dibandingkan dengan makanan dengan pelengkap misalnya sendok atau garpu. Jari juga bisa menjadi nilai tambah sebuah foto. Menyomot roti dengan jari membuat foto makanan terlihat lebih hidup. Oh ya untuk menentukan angle foto, kita harus tentukan dulu apa yang akan dijadikan fokus dari sebuah foto. Misal bentuk irisan dari sebuah daging atau toping dari sebuah kue.

Memotret makanan nggak harus dilakukan dengan kamera profesional semacam DLSR. Kamera handphone juga okeh buat motret asal kita mengenal dulu kamera hape kita. Dengan mengetahui kekurangan dan kelebihan kamera handphone kita maka kita bisa memaksimalkan pengambilan foto sebuah makanan. Lalu jangan berhenti untuk terus mencoba .. karena buat menghasilkan foto bagus itu butuh proses.
(Muspri-sisidunia.com)