sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Jelang Pilkada 2017 Baliho dan Spanduk Calon Bertebaran di Banten

Jelang Pilkada 2017 Baliho dan Spanduk Calon Bertebaran di Banten



Jakarta – Masa kampanye pada Pilkada Banten 2017 belum mulai dan penetapan calon pun belum diumumkan oleh KPU Banten. Namun di kawasan kota dan kabupaten provinsi Banten, ratusan spanduk dan baliho cagub-cawagub banyak berseliweran.

Jelang Pilkada 2017 Baliho dan Spanduk Calon Bertebaran di Banten

Di jalan protokol Jalan Ahmad Yani, Kota Serang, foto pasangan Wahidin-Andika terpampang besar. Tidak ingin kalah oleh saingannya, Rano-Mulya juga memasang spanduk besar di jalan yang sama.

Dari Jalan Ahmad Yani ke arah lampu perempatan Jalan Ciceri, spanduk Wahidin-Andika juga banyak berseliweran. Masing-masing berpose tersenyum sambil ada gambar dari petinggi partai dari daerah yang mendukung.

Letak perempatan Ciceri merupakan kawasan strategis. Selain berada di pusat kota, di sini juga dekat dengan kampus IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.

Lurus dari arah tersebut ke pintu tol Serang Timur, di Jl. Jendral Sudirman kedua calon kandidat di Pilkada Banten juga memasang spanduk besar. Tidak ada keterangan visi-misi di spanduk tersebut, masing-masing hanya tersenyum memperkenalkan diri sebagai calon pasangan gubernur dan wakil gubernur.

Salah saru warga, Keisya Rahmasaputri (40), mengatakan tidak terlalu perduli terkait dengan banyaknya spanduk atau baliho yang menjadi polusi pandangan. Menurutnya, biarpun spanduk pasangan calon berseliweran, itu tidak berpengaruh apa-apa terhadap masyarakat Banten.

“Nggak ngaruh itu sama bawahan, yang penting masing-masing aja,” kata Keisya, Rabu (12/10/2016).

Apatisme masyarakat terhadap banyaknya spanduk dan baliho yang menyalahi aturan juga disampaikan oleh Ishad (41). Ia merupakan warga di kecamatan Cipocok Jaya. Di depan tempat usahanya, baliho kedua pasangan terpampang selalu tersenyum.

Menurut Ishan, spanduk dan baliho tersebut memang menyalahi aturan, apalagi belum memasuki masa kampanye. Tapi apa daya, Ishad mengaku hanya warga biasa, pemerintah daerah menurutnya yang lebih berkuasa.

“Itu gimana pemerintah daerah saja, kalau spanduk itu cuma menganggu mata saja, asal jangan koar-koar,” ujar Ishad di pertigaan lampu merah Cipocok, Kota Serang.

Gencarnya kedua pasangan calon memasang spanduk dan baliho yang menyalahi aturan masa kampanye, tidak hanya di lokasi strategis saja. Pepohonan di sepanjang kota dan kabupaten Serang pun dipenuhi spanduk ukuran kecil pasangan calon. Ada yang dipasang menggunakan paku, atau dibiarkan bergelantungan menggunakan tali.

Penetapan calon baru menurut jadwal KPUD Banten akan diumumkan pada 24 Oktober 2016. Sehari setelahnya, pengundian nomor urut pasangan dilakukan pada 25 Oktober. Masa kampanye baru akan dimulai pada tanggal 28 Oktober 2016. (bens – sisidunia.com)