Home » News » Bela Buni Yani, Fadli Zon Minta Polisi Tak Berpihak Ke Ahok

Bela Buni Yani, Fadli Zon Minta Polisi Tak Berpihak Ke Ahok



Jakarta – Wakil Ketua DPR Fadli Zon menilai video tentang Basuki Tjahaja Purnama yang disebarkan oleh pemilik akun Facebook Buni Yani tidak bermasalah. “Itu acara publik. Disebarluaskan tidak masalah, Justru Buni Yani harus dibela, saya pun membelanya,” ujar dia di komplek Parleman Senayan, Jakarta, Senin, 10 Oktober 2016.

Bela Buni Yani, Fadli Zon Minta Polisi Tak Berpihak Ke Ahok

Menurut Fadli, seharusnya masyarakat harus kritis melihat masalah ini. Dia berujar, sebanarnya yang membawa isu Suku Ras Agama dan Antar Golongan (Sara) ke ranah politik adalah Ahok, sapaan Basuki. Fadli menyebut, pernyataan Ahoklah yang membuat ramai dan banyak yang mengomentari Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Politikus partai Gerindra ini meminta pihak kepolisian netral dalam menanggapi kasus ini. Seandainya laporan terhadap Buni Yani diproses maka, kata dia, laporan terhadap Ahok pun harus diproses. “Kalau polisi memproses Buni Yani tapi laporan terhadap Ahok tidak diproses berarti ada yang salah, jadi penegak hukum itu harus adil,” ujar Fadli.

Buni Yani sendiri membantah telah mengedit video pidato Ahok di Kepulauan Seribu. Video tersebut sebelumnya telah beredar di media sosial. Dia menjelaskan dirinya tidak memasalahkan pelaporan Komunitas Advokat Muda Ahok-Djarot (Kotak Adja).

Namun ia kecewa dengan adanya ancaman yang datang ke kampusnya. Ancaman itu datang Sabtu, 8 Oktober 2016 pagi lewat sambungan telepon ke kampus London School Public Relation (LPSR) tempatnya mengajar. β€œYang menerima staf S2 namanya mbak Utin, katanya ada yang menelepon dan mencari saya dengan kata-kata kasar. Mereka mengancam mau kirim orang buat menyerbu kampus,” kata Buni saat dihubungi Tempo, Sabtu, 8 Oktober 2016.

Menurutnya, laporan ke polisi itu urusan kecil. “Ini teror yang lebih substansial. Namun saya katakan bahwa Buni Yani tak akan tunduk pada teror dan gertak. Anda salah sasaran dan akan gagal karena saya lebih besar dari pada teror yang Anda jalankan,” ujarnya dalam status di Facebook.
(Muspri-sisidunia.com)