sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Polri Puji Langkah Ahok Sampaikan Permintaan Maaf

Polri Puji Langkah Ahok Sampaikan Permintaan Maaf



Jakarta – Pernyatan bakal calon Gubernur DKI petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terkait pidatonya yang menyebut surat Al Maidah ayat 51 di Kepulauan Seribu Maret 2016 lalu memasuki babak baru. Ahok yang telah dipolisikan sejumlah pihak itu menegaskan dia minta maaf dan tidak ada niat untuk melecehkan agama Islam atau pun kitab suci Alquran. Polisi pun mengacungkan jempol untuk Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Polri Puji Langkah Ahok Sampaikan Permintaan Maaf

”Dengan Ahok yang saat ini sudah minta maaf menurut kami itu bagus. Melegakan. Kami sambut positif karena itu berarti ada evaluasi terhadap apa yang sudah pernah dia sampaikan,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar di Mabes Polri Senin (10/10).

Menurut jenderal bintang dua ini, sebaiknya segala hal yang berbau provokasi dan yang mengarah SARA di medsos untuk segera dihentikan. Jangan melakukan upaya provokasi yang menimbulkan konflik dan juga jangan mudah terprovokasi.

”Kalau ada hal, informasi yang harus dikonfirmasi, sebaiknya diinformasikan ke aparat agar bisa dilakukan langkah antisipasi. Baik itu Pilkada di DKI dan di seluruh Indonesia, kita harap masyarakat turut serta aktif mewujudkan suasana tentram dan damai, iklim kondusif, dan demokraktis,” lanjutnya.

Para kontestan, masih kata Boy, termasuk para tim sukses juga harus mendukung upaya untuk mewujudkan demokrasi yang sehat. Hendaknya memberikan informasi yang mencerahkan masyarakat dan jangan menggunakan kata yang dapat memancing emosi.

”Bagaimana dalam menyampaikan informasi ke masyarakat jangan menggunakan kata-kata yang menyinggung. Bila itu jadi upaya untuk cari simpati publik, kampanye hitam, mengarah ujaran kebencian, itu tidak diharapkan karena akan mengarah ke konflik, friksi,” urainya.

Sedangkan terkait pernyataan Ahok soal surat Al Maidah itu memang harus didalami lagi faktanya apakah benar menista atau bukan karena interpretasinya bisa berbeda-beda. Boy berharap alim ulama agar bisa memberikan pencerahan dan menyampaikan dakwah yang baik.
(Muspri-sisidunia.com)