sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Kisah Safari Politik Sandi-Anies Ke Wilayah Manggarai

Kisah Safari Politik Sandi-Anies Ke Wilayah Manggarai



Jakarta – Safari politik para calon gubernur DKI Jakarta kerap meninggalkan kisah-kisah yang menarik. Seperti yang ditemui saat safari politik Anies Baswedan ke perkampungan warga di Magesen, Kawasan Manggarai, Jakarta Selatan pada Minggu (9/10).

Kisah Safari Politik Sandi-Anies Ke Wilayah Manggarai

Di perkampungan padat itu, ternyata masih ada warga tak mengenal sosok Anies yang berpasangan dengan Sandiaga Uno. Anies mendatangi kawasan Manggarai setelah sebelumnya menyambangi kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur. Ia datang menggunakan moda transportasi roda dua untuk menyapa warga Manggarai. Calon gubernur yang diusung oleh Partai Gerindra dan PKS itu menumpang ojek berbasis aplikasi online, Go-jek.

Di Magesen Anies tidak hanya berorasi meminta dukungan warga. Dia juga ‘blusukan’ dengan berkeliling dan menyalami warga, sembari meminta doa dan dukungan agar bisa merebut kursi DKI 1.

“Doanya, ya, Bu. Saya mau jadi Gubernur,” kata Anies, tak lupa melempar senyumnya pada warga yang Ia salami.

Seperti di Duren Sawit, Anies mendapat sambutan yang luar biasa hangat dari warga di Manggarai. Banyak warga meminta foto selfie dengan Anies. Ada juga yang mengadu agar wilayah Manggarai kelak tidak digusur.

“Pak, jangan digusur ya nanti,” kata salah satu warga yang mengaku bernama Suratmi (48).

Suratmi yang sebelumnya meminta Anies untuk tidak menggusur kampungnya, ikut bertanya mengenai sosok Anies. Kepada wartawan, Suratmi mengaku baru pertama kali melihat Anies yang hari itu mengenakan pakaian putih dan peci berawana hitam.

Berbeda dengan Suratmi, pria yang mengaku bernama Abah (60) mengatakan baru tahu kalau Anies mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI.

“Ini pasangannya sama anaknya SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) itu? Dia kan dulu Menteri, kok mau jadi Gubernur,” kata Abah.

Pendapat Abah soal pasangan Anies jelas salah kaprah. Namun, abah tak ambil pusing. Ia kembali mengomentari Anies yang ia khawatirkan bakal dimusuhi warga seandainya terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta.

“Saya tahu dia itu dulu rektor muda, sayang banget malah jadi gubernur, nanti malah dimusuhin warga kalau maen gusur gusur,” katanya

Lebih lanjut, Abah mengaku, saat bersalaman dengan Anies tadi, dia dijanjikan akan diberi modal untuk usaha warung nasi miliknya.

“Tadi dia bilang mau modalin kalau saya pilih dia, tapi dia (Anies) ngomongnya sambil tertawa, paling juga bercanda, besok juga dia lupa,” katanya.

Bagi awak media, apa yang dialami Anies di Manggarai terbilang cukup menggelitik. Pasalnya, sosok Anies yang belakangan selalu menjadi pemberitaan media massa, ternyata tak menjamin dirinya dikenal oleh warga Jakarta. Sedangkan bagi tim pemenangan Anies-Sandi, apa yang terjadi di Manggarai jelas menjadi peringatan serius.

Peristiwa itu menuntut tim pemenangan Anies-Sandiaga untuk bekerja lebih keras lagi dalam upaya mensosialisasikan calon yang mereka usung. Sebab, apa yang terjadi di Manggarai sedikit banyak mencerminkan bahwa Anies tak cukup populer di kampung-kampung padat di ibu kota.

Popularitas Anies mungkin hanya sebatas di kalangan kelas menengah dan kelas atas ibu kota. Sebaliknya, di permukiman padat seperti di Magesen, Manggarai, Anies tak ubahnya seperti turis yang sedang berkeliling kampung.
(Muspri-sisidunia.com)