sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Donald Trump Enggan Mundur Jadi Calon Presiden AS

Donald Trump Enggan Mundur Jadi Calon Presiden AS



Los Angeles – Calon presiden AS Donald Trump mengatakan dia tidak akan pernah mengundurkan diri dari pencalonan sebagai presiden sebagaimana didesak sejumlah tokoh Partai Republik, karena “tak ingin mengecewakan para pendukung.”

Donald Trump Enggan Mundur Jadi Calon Presiden AS

Kini Trump sedang menjadi bulan-bulanan kecaman terkait rekaman video tahun 2005 yang menunjukkan dia berbicara cabul dan merendahkan perempuan. Dia mengatakan kepada Wall Street Journal “kesempatan bahwa saya akan berhenti, kemungkinannya nol” dan ia bahwa ia mendapatkan dukungan “yang luar biasa.”

Sejak rekaman itu muncul, setidaknya 10 senator Partai Republik mengatakan mereka tidak akan memilih Trump dalam pemilihan presiden biulan depan, atau menyerukan Trump untuk mengundurkan diri.

Mantan calon presiden dari Partai Republik John McCain, mengatakan perkataan Trump “membuat pemberian dukukan terhadap (pencalonan Trump), dengan bersyarat sekalipun, jadi mustahil.”

Mantan Menteri Luar Negeri Condoleezza Rice mengatakan: “Cukup! Donald Trump tak patut menjadi Presiden. Dia harus membatalkan pencalonan.”

Pasangan Trump untuk pemilu, Mike Pence mengatakan dia ‘tersinggung’ oleh Video Trump, tapi gembira bahwa Trump mengungkapkan penyesalannya dan meminta maaf kepada rakyat Amerika.

“Kami berdoa untuk keluarganya,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Dalam cuitannya di Twitter, Donald Trump menulis, “media dan kalangan politik mapan mati-matian ingin saya menyingkir dari pempilihan presiden.”

Isterinya, Melania Trump yang dinikahi beberapa bulan sebelum video itu direkam mengeluarkan pernyataan bahwa : “Kata-kata yang digunakan suami saya tidak dapat diterima dan melecehkan.”

Namun, katanya, “saya harap rakyat bisa menerima permintaan maafnya, sebagaimana saya. Dan berfokus pada masalah-masalah penting yang dihadapi negeri kita dan dunia.”

Ditambahkan, suaminya memiliki “hati dan pikiran seorang pemimpin.” Sebelumnya, Donald Trump memang sudah merilis video permintaan maaf.

Namun menanggapi seruan mundur dari sejumlah tokoh Partai republik, Trump berkata tegas kepada Washington Post: “Saya tak pernah mundur. Sepanjang hidup, saya tak pernah mundur.”

Sejumlah politikus lain dari partai Republik yang menyerukan mundurnya Donald Trump, antara lain Senator Mike Crapo dari Idaho, Senator Ben Sasse dari Nebraska, Senator Mike Lee dari Utah, Senaror Dan Sullivan dari Alaska dan Senator John Thune dari South Dakota.

Sejumlah gubernur dan anggota kongres partainya juga membatalkan dukungan bagi Trump sesudah rekaman itu terungkap. Beberapa laporan mengisyaratkan bahwa calon wakil presiden Mike Pence membatalkan rencana tampil dalam kampanye di Wisconsin bersama Ketua DPR Paul Ryan.

Paul Ryan -politikus Partai Republik tertinggi di jabatan publik- asalnya mengundang Trump ke acara itu, namun membatalkan undangannya karena, katanya, dia merasa ‘muak’ oleh apa yang didengarnya (dari rekaman video Trump).

Dalam rekaman tahun 2005 yang diposting Washington Post itu, Donald Trump beberapa saat sebelum muncul sebagai tamu pada sebuah opera sabun mengatakan antara lain, ‘ kita bisa melakukan apa saja yang kita mau pada perempuan, kalau kita seorang bintang,” bahkan terdengar mengatakan, “rogoh saja vagina mereka.”
(Muspri-sisidunia.com)