sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Travel & Kuliner » Bule Asal Jepang Keranjingan Belajar Masak dan Menari di Bali

Bule Asal Jepang Keranjingan Belajar Masak dan Menari di Bali



Bali – Keragaman budaya dan masakan khas Indonesia ini memang beraneka ragam. Itulah yang membuat para wisatawan asing dari mancanegara datang ke Indonesia seperti ke Pulau Dewata alias Bali. UBUD menjadi salah satu tujuan wisata paling populer di Bali.

Bule Asal Jepang Keranjingan Belajar Masak dan Menari di BaliBule Asal Jepang Keranjingan Belajar Masak dan Menari di Bali

Bahkan, aktivitas yang bisa dilakukan di Ubud membuat wisatawan Jepang ‘ogah’ buru-buru pulang. Salah satu destinasi terbaik dunia 2016 versi TripAdvisor ini menarik untuk dikunjungi karena menawarkan pemandangan alam yang hijau. Mulai dari pohon-pohon kelapa yang menjulang, pegunungan, hingga persawahan mudah dijumpai di Ubud. Baru-baru ini, 17 wisatawan Jepang dari perwakilan biro perjalanan diajak oleh Kementerian Pariwisata mengunjungi Ubud.

Berbagai kegiatan seperti cooking class, menari, dan main gamelan dilakukan di sana. Acara yang seharusnya berlangsung tiga jam saja pun menjadi bertambah lama lantaran para peserta yang tidak ingin buru-buru meninggalkan Ubud. Mereka mengaku terkesima dengan pemandangan dan nuansa yang ditawarkan Ubud. Bahkan, mereka pun terhanyut dalam kegiatan budaya yang ditawarkan oleh daerah yang sangat asri ini.

Pertama-tama, ke-17 wakil biro perjalanan dari Jepang ini bekerja sama untuk membuat sate lilit, makanan khas Bali yang lezat. Mulai dari memotong dan meracik bumbu hingga membuat lilitan sate di batang sereh dilakukan bersama-sama. Setelah usai, mereka mencicipi sate lilit yang mereka buat sendiri. Meski tak terbiasa memakan sate lilit, rupanya mereka sangat mengagumi kuliner Indonesia yang satu ini.

Usai membuat sate lilit, semua peserta melakukan kegiatan lain yang sesuai dengan minat mereka. Seperti bermain gamelan dan menari. Saat diingatkan untuk pulang, mereka mengatakan masih ingin berlama-lama di Ubud karena aktivitas yang mereka anggap menyenangkan.

“Acaranya menarik sekali. Semuanya juga senang sekali. Karena orang Jepang suka coba sesuatu yang baru, tidak hanya masak, tapi menari dan main gamelan. Kalau dikasih begitu mereka suka,” ungkap peserta asal Sapporo, Sumi Widya kepada wartawan di Bali baru-baru ini.

Widya menambahkan, Ubud memiliki suasana yang sangat berbeda dengan Jepang, khususnya di Hokkaido. Kealamian tanah Ubud lah yang membuat para peserta senang berada di Ubud. Dengan nuansa alam yang kental ditambah masakan khas Indonesia, mereka sangat terkesan dengan kedatangan pertama ke Ubud.
(Muspri-sisidunia.com)