sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Gaya Hidup » Intan Kemala Sari : Cantik Tak Harus Bertubuh Langsing

Intan Kemala Sari : Cantik Tak Harus Bertubuh Langsing



Jakarta – Intan Kemala Sari adalah seorang ‘pemberontak’. Sebagai seseorang yang sudah bisa digelari status beken ‘selebgram’, Intan tidak tunduk pada standar kecantikan yang dirayakan secara besar-besaran oleh ratusan ribu selebram lain.

Intan Kemala Sari : Cantik Tak Harus Bertubuh Langsing

Dengan akun Instagram @kemalasari Intan mempertunjukkan foto-foto dirinya yang berani. Bukan. Bukan berani dalam artian setengah telanjang ketika bersama pacarnya. Bahkan sangat kontras dari itu, Intan adalah wanita berjilbab.

Ia berani memberontak aturan tak tertulis bahwa selebgram harus hits karena fisiknya yang hampir sempurna (menurut standar yang berlaku) atau tingkah laku yang mengundang tawa. Dengan ukuran tubuh besar, Intan mencuri perhatian pengguna media sosial Indonesia.

Intan populer dengan foto-foto tentang riasan yang disukainya, pakaian yang dipakainya, dan dalam beberapa kesempatan ada dokumentasi perjalanannya. Seiring dengan popularitasnya yang semakin menanjak, Intan pun menggunakan YouTube sebagai media lain untuk berinteraksi dengan para followers.

Tapi, perjalanan tidak selalu mudah untuk Intan. Kepada wartawan, wanita berusia 25 tahun ini mengaku bullying merupakan hal yang biasa dihadapi.

“Bullying paling standar yang dulu pernah aku terima adalah dikatain gajah bengkak, babon, badak, karung, bedug musholla, drum minyak, dan lain-lain. Tapi, aku sudah bisa terima itu,” ujarnya.

Intan juga mengaku masih banyak orang-orang di sekitarnya yang mengaitkan ukuran tubuhnya dengan perhatian pria melalui komentar-komentar seperti, “Kamu gendut banget sih! Nanti cowok nggak ada yang mau deketin, lho!”.

Sadar atau tidak, komentar seperti itu adalah salah satu alasan kenapa banyak wanita sampai setengah mati mengejar standar kecantikan tertentu: agar mendapat perhatian pria. Dalam setiap revolusi, ide alternatif yang menantang status quo adalah sebuah hal mutlak. Intan pun mengaku bahwa manusia tidak seharusnya dilihat hanya dari bentuk serta ukuran tubuhnya, melainkan prestasi dan kecerdasannya.

“Kalau berprestasi, orang jadi segan sama kita dan belajar untuk lebih menghargai kita, serta yang lebih penting adalah tidak akan menerima bullying,” ujarnya.

Wanita berusia 25 tahun ini terus menerus membekali diri dengan berbagai pengetahuan dan kemampuan lain. Intan adalah seorang jurnalis di sebuah media besar di Indonesia. Sebagai jurnalis, pengetahuan adalah senjata mematikan. Dia pun tidak puas hanya bisa berbahasa Inggris. Intan terus meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris dan Koreanya. Itu adalah cara yang dipilihnya untuk selalu fokus pada hal-hal positif.
(Muspri-sisidunia.com)