Home » Gaya Hidup » Ibu Adalah Guru Pertama Bagi Anak Jadi Jangan Takut Melanjutkan Pendidikan

Ibu Adalah Guru Pertama Bagi Anak Jadi Jangan Takut Melanjutkan Pendidikan



Surabaya – Menikah dan hidup bahagia bersama suami merupakan cita-cita semua wanita. Tak hanya sampai disitu saja, cita-cita selanjutnya adalah memiliki anak dan memberikan semua cinta pada setiap tumbuh kembang sang anak.

Ibu Adalah Guru Pertama Bagi Anak Jadi Jangan Takut Melanjutkan Pendidikan

Tapi ternyata tidak hanya cita-cita itu saja yang ada di kepalamu. Mimpi lainnya yang juga tak kalah besar adalah ingin melanjutkan pendidikan. Namun sayangnya, keinginan ini tidak lantas bisa dengan mudah diwujudkan. Kamu akan dihadapkan pada dilema karena biaya pendidikan yang tak murah, waktu dengan keluarga yang akan terpotong jika kamu kuliah, serta pertanyaan dari orang lain dan diri sendiri.

Setelah memutuskan untuk mengikat janji, kamu pun memasuki hidup baru. Tak hanya mengurus diri sendiri, kini kamu harus memikul beban hidup bersama suamimu. Hari-harimu akan disibukkan dengan aktivitas mempersiapkan kebutuhan suamimu. Kesibukkan pun akan semakin bertambah saat kamu dan suami menerima titipan yakni seorang anak yang harus diperhatikan keperluannya.

Tidak dapat dipungkiri bahwa peran ibu rumah tangga begitu krusial bagi keluarganya. Mulai dari pagi hingga malam hari, ada banyak kegiatan yang harus diselesaikan. Membuatkan sarapan, memasak, mencuci pakaian, atau mengantar anak ke sekolah adalah sebagian kecil dari aktivitas harian yang nantinya pasti akan kamu hadapi. Harus disadari bahwa menghabiskan hari bergulat dengan berbagai kegiatan ini saja sudah membuatmu habis waktu dan tenaga. Maka tidak mengherankan sekalipun ada keinginan kuat untuk melanjutkan pendidikan, hasrat tersebut bisa jadi kamu tunda.

Berkutat kembali dengan dunia akademik bisa jadi adalah cita-citamu setelah berstatus sebagai seorang istri. Rasa ingin tahu yang tinggi dan kesadaran akan betapa pentingnya pendidikan adalah alasan yang membuatmu rindu bangku sekolahan. Untuk urusan pendidikan anak, kualitas kecerdasan intelektual seorang ibu banyak dibutuhkan. Belum lagi urusan berdiskusi dengan suami untuk membicarakan permasalahan keluarga tak ayal merindukan perempuan yang punya kemampuan berpikir handal.

Ada banyak contoh seorang perempuan yang tidak hanya disibukkan dengan urusan rumah tangga tapi juga berhasil mengejar pendidikan. Dengan ketangguhannya mereka sanggup membagi waktu dan tenaga untuk memberikan perhatian kepada keduanya. Tanpa perlu mengorbankan kepentingan keluarga, mereka tetap bisa mengukir prestasi. Tanpa perlu meredam mimpi nyatanya kebutuhan keluarga tetap bisa terpenuhi.

Itu semua berpulang pada konsistensi dan tanggung jawabmu dalam menjalankan peran. Kalau memang kamu memiliki keinginan, apapun rintangannya pasti bisa ditaklukan. Kamu bisa membagi waktu dan bekerja sama dengan suami untuk urusan ini, misalnya saja dengan berbagi peran. Saat kamu sedang sibuk belajar mintalah bantuannya menjaga anak. Ketika tugasmu sudah dipenuhi segeralah kembali menjalankan peranmu sebagai seorang ibu.

Jadi jangan pernah berpikir bahwa pendidikan hanya pantas dinikmati oleh mereka yang belum menikah saja. Kalau memang dirasa perlu dan punya kesempatan, ibu rumah tangga pun berhak untuk belajar. Merasa sia-sia belajar setelah menikah adalah sesuatu kekeliruan. Dengan semakin tajamnya ‘pisau’ intelektualmu, ada banyak permasalahan hidup yang bisa dihadapi dengan lebih baik lagi.

Terasa klasik, memang. Tapi pada kenyataannya, setiap usaha pasti akan membuahkan hasil. Begitu pun dengan keinginanmu sebagai seorang ibu rumah tangga yang tetap ingin melanjutkan pendidikan, asalkan punya tekad yang kuat kedua hal bisa berjalan saling berdampingan. Peranmu sebagai seorang istri dan ibu tidak akan terbengkalai selama punya manajemen waktu yang jitu.

Selain itu penting pula kamu untuk meyakinkan diri bisa menjalani keduanya. Menjalani peran sebagai pembelajar dan ibu rumah tangga memang tidak mudah, namun bukan berarti hal tersebut tidak bisa dilakukan. Selama kamu mau pasti ada jalan. Percayalah pada kemampuan dirimu sendiri untuk menjalani keduanya.

Pilihanmu untuk melanjutkan pendidikan setelah menikah adalah keinginan baik yang seharusnya bisa terwujud. Dengan semangat dan tekad, kesulitan membagi waktu pasti bisa terlewati. Pendidikanmu pun akan sangat berguna bagi kepentingan keluarga nantinya.
(Muspri-sisidunia.com)