Home » News » Kades Mabuk Berulah di Tempat Karaoke, Pukuli Anggota Polisi

Kades Mabuk Berulah di Tempat Karaoke, Pukuli Anggota Polisi



Semarang – Bermula dari senggolan di tempat karaoke, seorang kepala desa (kades) di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, menganiaya seorang anggota polisi. Saat melakukan pemukulan, kepala desa tersebut diduga berada di bawah pengaruh minuman keras alias mabuk.

Kades Mabuk Berulah di Tempat Karaoke, Pukuli Anggota Polisi

Dari informasi yang dihimpun menyebutkan, kejadian itu berlangsung di sebuah tempat karaoke di Kompleks Sarirejo atau biasa disebut eks lokalisasi Sembir, Salatiga, Kamis (6/10/2016) sekitar pukul 22.00 WIB.
Tersangka pelaku berinisial AC (48), Kepada Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Korbannya JP (28), seorang anggota polisi. Korban menderita luka pada bagian kepala dan muka lantaran dikeroyok AC dan empat temannya.

AC diamankan petugas Polsek Sidorejo. Petugas dari Satreskrim Polres Salatiga juga tiba di lokasi kejadian beberapa saat kemudian.

Belum diperoleh informasi lengkap tentang kejadian ini. Namun, Kasatreskrim Polres Salatiga, AKP Mochamamad Zazid membenarkan penangkapan terhadap AC.

“Baru satu (tersangka pelaku). Kronologi selengkapnya nanti akan disampaikan oleh Kapolres langsung saat gelar perkara Senin pukul 11.00 WIB,” kata Zazid saat dihubungi, Sabtu pagi.

Kepala Bapermasdes Kabupaten Semarang Yoseph Bambang Trihardjono saat dikonfirmasi juga membenarkan kabar penangkapan Kepala Desa Kesongo karena dugaan penganiayaan di tempat karaoke terhadap seorang anggota kepolisian.

Ia telah meminta Camat Tuntang untuk melihat kondisi yang bersangkutan di sel tahanan Mapolres Salatiga.

“Saya masih nunggu laporan Pak Camat. Kemarin sudah saya minta tolong untuk menjenguk, tetapi sampai hari ini baru laporan lisan saja,” kata Yoseph.

Yoseph mengaku sempat kaget mendapatkan kabar penangkapan Kades Kesongo tersebut. Ia menyayangkan kenapa peristiwa seperti itu terjadi. Saat diminta tanggapannya terhadap sosok Kades Kesongo, Yoseph mengaku tidak ada hal yang menonjol dari yang bersangkutan.

“Prinsipnya kenal, wajar, normatif. Baik sekali juga tidak, jelek sekali juga tidak,” ucapnya.

Saat disinggung mengenai kekosongan posisi Kades Kesongo, Yoseph meminta Camat Tuntang untuk segera mengusulkan seorang pelaksana harian (Plh) agar roda pemerintahan desa dan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.

“Aturannya dalam hal kekosongan kades ini nanti ada Plh. Pak Camat mengusulkan dari PNS kecamatan,” kata dia.
(Muspri-sisidunia.com)