sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Hujan Deras Mengakibatkan Rawan Longsor

Hujan Deras Mengakibatkan Rawan Longsor



Trenggalek – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati saat melintasi jalan nasional Trenggalek-Ponorogo karena rawan longsor susulan dampak hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut, beberapa hari terakhir.

Hujan Deras Mengakibatkan Rawan Longsor

“Pagi tadi normalisasi sudah kami lakukan setelah jalur tersebut sempat tertutup longsor pada malam harinya,” kata Kabag Humas Pemkab Trenggalek Yuli Priyanto di Trenggalek, Jumat.

Jalur Trenggalek-Ponorogo melintasi area proyek Bendungan Tugu tersebut saat ini sudah normal kembali.

Lalu lintas dilaporkan sudah bisa bergerak dari dua arah berlawanan seperti sedia kala, namun dengan laju rendah karena masih ada sisa material longsor di beberapa sisi tebing bekas longsoran.

“Hujan masih terjadi dan risiko longsor susulan juga besar sehingga pengendara yang melintas sebaiknya hati-hati,” kata Kapolsek Tugu Iptu Bambang Purwanto.

Ia menuturkan, guguran longsor sudah mulai terjadi sejak Rabu (5/10) malam saat turun hujan deras, namun tidak sampai menutup seluruh badan jalan.

Seorang pengendara asal Malang yang sempat melintas jalur tersebut dari arah Ponorogo mengatakan jalanan di jalur perbatasan Trenggalek-Ponorogo sangat licin akibat beberapa titik longsor yang terjadi, Kamis (6/10) pagi.

“Longsor turun sehingga mengenai sebagian badan jalan, tapi masih bisa dilewati kendaraan roda empat,” kata Edi, pengendara asal Malang itu.

Longsor susulan terjadi Selang 20 jam kemudian atau Jumat dini hari sekitar pukul 01.00 WIB hingga 04.00 WIB, di kilometer 15 dan 16 sehingga menutup separuh lebih badan jalan dan membuat arus lalu lintas tersendat.

“Petugas kami yang menerima laporan masyarakat langsung berjaga dan memberlakukan sistem buka-tutup agar kemacetan tidak semakin parah,” kata Bambang.

Ia mengatakan, dalam akhir-akhir ini longsor sudah empat kali terjadi setiap turun hujan dengan intensitas tinggi dalam waktu lama. (bens – sisidunia.com)