sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » PPP Kudu Lulung Belum Tentukan Dukungannya Untuk Kandidat Pilgub DKI

PPP Kudu Lulung Belum Tentukan Dukungannya Untuk Kandidat Pilgub DKI



Jakarta — Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana atau Lulung mengaku kesal setelah dikabarkan telah mendukung pasangan petahana, Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat, pada Pilkada DKI 2017.

PPP Kudu Lulung Belum Tentukan Dukungannya Untuk Kandidat Pilgub DKI

Lulung mengatakan, banyak pihak kecewa kepadanya akibat beredarnya informasi tersebut. Tak hanya itu Lulung mengaku mengetahui ada yang menyebutnya mendukung Ahok-Djarot dari informasi yang beredar di dunia maya.

“Gara-gara itu sekarang sudah banyak orang kecewa sama saya,” ujar Lulung ketika dihubungi, Kamis (6/10/2016).

Lulung menyatakan, kabar yang menyebut dirinya telah mendukung Basuki (Ahok)-Djarot adalah fitnah yang sangat merugikan. Dia juga mengatakan, partainya belum menentukan dukungan pada Pilkada DKI 2017.

Padahal, Partai Persatuan Pembangunan sudah bergabung dengan Partai Amanat Nasional, Partai Kebangkitan Bangsa, dan Partai Demokrat untuk mengusung pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni sebagai bakal cagub-cawagub DKI Jakarta.

Lulung menuturkan, PPP yang mendukung Agus dan Sylviana adalah PPP pimpinan Romahurmuziy. Sementara itu, Lulung mengaku berada di dalam PPP pimpinan Djan Faridz.

“Saya kan di PPP Djan Faridz dan kami belum menentukan sikap. Kalau PPP saya dukung ke Ahok, ya saya enggak ke Ahok,” ujar Lulung.

Lulung merupakan pimpinan DPRD DKI yang sering berselisih pendapat dengan Ahok. Dia sempat berniat menjadi calon gubernur DKI dan bersafari politik menemui masyarakat.

Lulung juga memiliki kelompok pendukung bernama “Suka Haji Lulung”. Beberapa waktu lalu, kelompok Suka Haji Lulung sudah menyatakan mendukung Agus dan Sylviana Murni pada Pilkada DKI 2017. Terkait hal ini, Lulung memberi kebebasan kepada pendukungnya.

“Itu kan hak mereka karena mereka bukan partai politik. Kalau saya ya menunggu partai kita sajalah, asalkan bukan Ahok,” ujar Lulung. (bens – sisidunia.com)