sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Hiburan » Pandji Pragiwaksono Mengaku Banyak Mendapat Titipan Keresahan Orang Lain

Pandji Pragiwaksono Mengaku Banyak Mendapat Titipan Keresahan Orang Lain



Jakarta – Setelah Pandji Pragowakso sukses dengan tur “Mesakke Bangsaku”, ia akan melakukan tur kedua bertajuk “Juru Bicara”. Dalam tur keduanya ini, Pandji memilih untuk mengangkat isu-isu berat yang ada di Indonesia, mulai dari HAM hingga konservasi alam.

Pandji Pragiwaksono Mengaku Banyak Mendapat Titipan Keresahan Orang Lain

“Dari sisi topik, banyak orang bilang jauh lebih berat. Karena isu-isunya memang jauh lebih krusial dari ngomongin HAM, konservasi alam, terus ngomongin soal radikalisme, Islam. Jadi banyak orang bilang yang ini yang paling berat di antara yang sebelum-sebelumnya,” papar Pandji, Rabu (5/10/2016).

Kali ini, Pandji memilih topik sesuai dengan nama turnya, “Juru Bicara” . Pria kelahiran 37 tahun itu mengaku dititipi banyak orang untuk menyuarakan topik di atas agar didengar dunia.

“Saya dititipi pesan dan keresahan orang-orang yang selama ini kalau menyuarakan, enggak pernah kedengaran. Contoh, para orangtua yang menggelar aksi Kamisan (aksi yang dilakukan anggota keluarga korban pelanggaran HAM 98) setiap hari Kamis selama tujuh tahun. Jadi mereka bilang, ‘Kamu kan sekarang kalau ngomong banyak yang nonton. Tolong dong omongin isu kami,” jelas Pandji.

Pandji tak sembarang memilih topik meski mendapat titipan pesan dan keresahan. Suami Gamila Mustika Burhan tersebut memastikan jika topiknya itu masalah yang dihadapi di Indonesia namun menjadi bahasan internasional.

“Yang penting dari topiknya adalah dia ngomongin Indonesia, tapi keresahannya general. Ambil contoh soal kondisi konservasi alam di Indonesia. Tapi konservasi alam adalah isu yang general. HAM, lagi ngomongin kasus HAM di Indonesia, tapi kasus HAM adalah kasus yang general. Nah kalau orang luar negeri nonton, masih bisa merasakan,” lanjut Pandji.

Pandji sejauh ini telah menyelesaikan sebagaian besar tur dunia “Juru Bicara” yang dihelat di 24 kota, tujuh negara, lima benua. Tur dunia keduanya ini akan diakhiri di Jakarta bertepatan dengan perayaan Hari HAM Sedunia pada 10 Desember 2016. (bens – sisidunia.com)