Home » News » Ketua PAN Ajak Agus-Sylvi “Bergerilya” Di 6000 Titik Di Jakarta

Ketua PAN Ajak Agus-Sylvi “Bergerilya” Di 6000 Titik Di Jakarta



Jakarta – Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Agus Yudhoyono-Sylviana Murni, masih mematangkan strategi kampanye Pilkada 2017 dengan tim suksesnya.

Ketua PAN Ajak Agus-Sylvi "Bergerilya" Di 6000 Titik Di Jakarta

“Strategi kami olah terus, dan tidak mungkin saya ceritakan satu per satu, yang jelas keempat partai koalisi terus mematangkan strategi,” ujar dia kepada media.

Kini pihaknya akan terus menjaring aspirasi masyarakat Jakarta dari berbagai kalangan dan menjadikannya bahan pertimbangan program jika terpilih.

“Mendengar aspirasi dari masyarakat Jakarta karena itulah yang paling penting untuk bisa menjadi program-program yang kami jalankan jika kami terpilih,” ucap dia.

Salah satu strategi mereka adalah dengan bertandang ke kantor DPP PAN tadi malam. Menyambut kedatangan mereka, Ketum PAN Zulkifli Hasan mengingatkan seluruh kadernya untuk bekerja keras.

Zulkifli mengungkapkan, sedikitnya ada 6.000 titik yang tersebar di seluruh Jakarta yang akan dikunjungi. Oleh karena itu, seluruh pengurus partai harus mempersiapkan dengan sebaik-baiknya.

“Ketemu seluruh rakyat di 6.000 titik. Kita dengarkan maunya apa dan tawarkan solusi terhadap permasalahan yang terjadi,” ujar Zulkifli dalam pertemuan finalisasi persiapan pemenangan Pilgub DKI 2017 di kantor DPP PAN, Jl Senopati, Jakarta Selatan, Rabu (5/10/2016).

Zulkifli menyebut pihaknya tidak harus selalu blusukan bersama pasangan calon. Melainkan dilakukan secara sendiri-sendiri agar lebih efektif.

Zulkifli mengaku kian optimis jika jagoan yang diusungnya dapat memperoleh dukungan dari rakyat dengan baik. Pasalnya, Agus-Sylviana memiliki kualitas yang dinilai mumpuni dalam memimpin DKI Jakarta.

“Saya sudah pernah bilang kenapa (memilih) Agus dan Sylviana. Sylvi itu pernah menjadi penatar P4 jadi jelas memiliki wawasan kebangsaan, sementara itu mas Agus itu Sapta Marga. Jadi jelas memiliki wawasan kebangsaan yang baik,” terangnya.

“Berani itu penting tapi pemimpin perlu memiliki nilai-nilai luhur ke-Indonesian-an, pemimpin harus Pancasilais,” tutup Zulkifli.
(Muspri-sisidunia.com)