Home » News » Bocah Tunanetra Dianiaya dan Ditelantarkan Ibu Kandung Sendiri

Bocah Tunanetra Dianiaya dan Ditelantarkan Ibu Kandung Sendiri



Jakarta – Al terpaksa harus tinggal di Panti Sosial di Cipayung, Jakarta Timur. Bocah lima tahun dan menyandang keterbatasan fisik itu diduga menjadi korban penganiayaan ibunya. Sang ibu sendiri menelantarkannya bersama sang ayah yang merawatnya seorang diri.

Bocah Tunanetra Dianiaya dan Ditelantarkan Ibu Kandung Sendiri

“Sekarang sudah kami rawat, hari Sabtu (1/10/2016) kemarin kami antarkan ke Panti Sosial Asuhan Anak Balita Tunas Bangsa, Cipayung, Jakarta Timur,” ujar Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Barat, Surya, pada wartawan, Selasa (5/10/2016).

Al, kata Surya, adalah tuna netra dan mengalami keterbatasan mental sejak lahir.

Tetangga sekitar kediaman Al di Tambora, kerap melihat perlakuan ibu kandunganya yang kasar. Al kerap mendapatkan kekerasan dari ibunya itu.

“Karena sering menganiaya anaknya, tetangga sering datang dan nasehatin ibunya. Tak tahan malu, ibunya kabur. Dia (Al) tinggal sama bapaknya,” Surya menuturkan.

Guna memenuhi kebutuhan hidup keduanya, sang ayah bekerja serabutan. Hampir saban hari dia menitipkan Al kepada tetangganya.

“Ayahnya kerja serabutan, apa aja dikerjakan asal dapat uang buat makan. Aliya terpaksa ditinggal sama tetangga,” kata Surya.

Salah seorang warga yang iba dengan kehidupan Al dan ayahnya lalu melaporkannya ke Suku Dinas Sosial Jakarta Barat. Petugas lalu meluncur ke kediaman Al dan ayahnya.

“Saat ditemukan, dia enggak bisa berdiri dan jalan. Ia digendong terus,” kata Surya.

Petugas Suku Dinas Sosial Jakbar lalu berunding dengan ayah bocah perempuan itu agar dapat tinggal di PSAA Balita, Cipayung.

“Aliya kami jamin akan dapat pelayanan sosial, pendidikan, perawatan kesehatan, dan pelayanan lainnya dengan gratis sampai nanti usia dia dewasa” kata Surya.

Langkah ini pun sekaligus membantu ayah kandung Al untuk dapat fokus bekerja. Agar kelak dia dapat memiliki kemampuan ekonomi yang cukup untuk membesarkan anaknya.

“Kalau ayahnya ingin Al kembali, dia harus punya surat dan usaha yang mampu menjamin masa depan anaknya,” Surya menjelaskan.

Surya berharap langkah yang dilakukan warga Tambora melaporkan kondisi Al dan ayahnya ditiru warga lain. Masyarakat, dia mengimbau, tidak tinggal diam ketika melihat tetangganya yang terlantar.

“Jangan diam saja, kami tak serba tahu. Laporkan, dan kami bakal langsung jemput ke lokasi, tidak harus tunggu keluarga yang bersangkutan, anda bisa langsung melaporkan keadaan tetangga anda sendiri,” ucap Surya. (Muspri-sisidunia.com)