Home » News » Pengamat Menyebut Isu SARA Sepertinya Masih Terjadi di Pilgub DKI

Pengamat Menyebut Isu SARA Sepertinya Masih Terjadi di Pilgub DKI



Jakarta – Sejumlah pengamat pemilu mengimbau agar isu Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA) dijauhkan dan dihindari, khususnya dalam pelaksanaan Pilkada serentak pada 2017.

Pengamat Menyebut Isu SARA Sepertinya Masih Terjadi di Pilgub DKI

Isu SARA sering digunakan dalam politik untuk menjatuhkan lawan, termasuk dalam hajatan pilkada dan ajang kompetisi politik lainnya, ini harus dihindari.

Pengamat Politik Universitas Bengkulu Lely Arrianie Napitupulu berpendapat Pilkada DKI Jakarta 2017 akan berlangsung seru dan sengit. Meski ketiga pasangan calon mengemukakan keinginan pilkada tersebut berlangsung damai, namun keinginan tersebut belum tentu terealisasikan.

“Perseteruan Pilkada DKI ini akan sangat luar biasa nantinya. Meskipun disisipi dengan keinginan damai, tanpa embel-embel isu sara, tapi sepertinya itu (isu sara) akan terjadi,” kata Lely saat dihubungi wartawan, Selasa (4/10).

Lely melanjutkan, ketiga kandidat calon gubernur memiliki peluang yang sama untuk merebut kursi DKI satu. Maka dari itu, menurutnya, Pilkada DKI Jakarta akan berlangsung dua putaran.

Ahok sebagai pejawat, memiliki peluang lebih besar dibanding dua calon lainnya untuk melenggang ke putaran kedua. Artinya, baik Agus ataupun Anies harus mampu mengemas komunikasi pemasaran politik semenarik mungkin untuk bisa bersaing dengan Ahok di putaran kedua.

Kecenderungan akan dua putaran dan ahok akan masuk putaran dua. Salah satu diantara keduanya (Agus dan Anies) tergantung pada bagaimana komunikasi pemasaran yang akan dipertaruhkan di kampanye nanti,” ucap Lely.
(Muspri-sisidunia.com)