sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Hiburan » Pria Tionghoa Yang Nikahi Asty Ananta Disebut Telah Menjadi Mualaf

Pria Tionghoa Yang Nikahi Asty Ananta Disebut Telah Menjadi Mualaf



Jakarta – Asty Ananta saat ini sedang merasakan kebahagian. Artis cantik kelahiran Semarang itu telah dipersunting sang kekasih tercinta, Hendra Suyanto. Pesta pernikahannya digelar di Hotel Sofitel Nusa Dua, Bali, Minggu (2/10). Namun, pihak keluarga Asty justru sama sekali tak terlihat di pesta tersebut.

Pria Tionghoa Yang Nikahi Asty Ananta Disebut Telah Menjadi Mualaf

Ternyata, kedua orangtua Asty tak memberikan restu untuk pernikahannya. Tak hanya itu, ibunda Asty, Yunyianingrum Agustarini mengaku tak mengenal sosok suami putri sulungnya itu.

Manajer Asty, Kevin bungkam saat ditanya perihal tak adanya restu dari orangtua Asty. Diketahui, kisah asmara Asty dan Hendra ternyata sudah berjalan cukup lama yakni pacaran selama enam tahun. Dari situ, Kevin bisa menilai kalau Hendra adalah sosok pekerja keras.

“Kalau itu saya belum bisa jawab. Aku nggak bisa hadir soalnya pas nikahannya, kebetulan adikku nikah juga. Setahu aku mereka pacaran udah lama. Suaminya itu namanya Hendra. Aku belum baca berita soal Asty karena belum komunikasi lagi sama dia, karena hp sudah aku eror kemarin dan baru hidup lagi,” ujar Kevin saat dihubungi lewat telepon, Senin (3/10).

Kevin mengatakan kalau suami Asty juga telah menjadi seorang mualaf. Bahkan ia sendiri lah yang menjadi saksi waktu Hendra mengucapkan kalimat syahadat.

“Hendra mualaf, waktu mualaf saksinya saya. Mualafnya di Jakarta tahun ini tapi lupa bulannya,” tambah Kevin.

Sampai saat ini, Kevin masih belum mengetahui pasti kapan Asty bakalan memberikan klarifikasi perihal pernikahannya. “Aku belum komunikasi sama mbak Asty, jadi nggak tau kapan ketemunya. Yang pasti menikahnya secara Islam,” tandasnya. (bens – sisidunia.com)