sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Pengamat Memprediksi Agus Yudhoyono Bisa Jadi Kuda Hitam di Pilgub DKI

Pengamat Memprediksi Agus Yudhoyono Bisa Jadi Kuda Hitam di Pilgub DKI



Jakarta – Perang urat saraf telah dilayangkan petahana Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kepada hampir semua bakal calon gubernur dan wakil gubernur menjelang Pilkada DKI Jakarta 2017.

Pengamat Memprediksi Agus Yudhoyono Bisa Jadi Kuda Hitam di Pilgub DKI

Mulai cagub Anies Baswedan yang dibalas Ahok lantaran mempermasalahkan jasa pembersihan sungai di ibu kota, menyebut cawagub Sandiaga Uno sebagai pengemplang pajak, hingga cawagub Sylviana Murni yang disebut bergerak kampanye diam-diam.

“Tapi Ahok belum colek-colek Agus Harimurti Yudhoyono, kalau yang lain sudah dikritisi oleh‎ Ahok termasuk Bu Sylvi. Nah, ada apa ini,” ujar pengamat politik Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (Kedaikopi) Hendri Satrio saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta, Senin (3/10) .

Menurutnya, Agus Yudhoyono selama ini memang masih terbilang diam. Bakal Cagub usungan Partai Demokrat itu bahkan belum memaparkan program untuk DKI Jakarta lima tahun ke depan. Namun, kedua hal itulah yang menurut Hendri membuat Agus disegani oleh lawan-lawannya, termasuk Ahok sebagai petahana.

“Justru kelebihannya dia belum terlalu dikenal oleh publik, sehingga publik bertanya-tanya siapa sosok Agus Yudhoyono ini. Kalau soal program dari Mas Agus saya rasa seperti program SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) plus-plus. Plus-plus karena ada figur leadership Agus yang berpadu dengan pengalaman SBY jadi presiden dan masukan dari Sylvi sebagai birokrat ulung Jakarta,” jelas Hendri.

Atas alasan itu, Hendri bahkan berani memprediksi bahwa dalam konstelasi politik di Pilkada DKI yang akan menjadi musuh bersama bukanlah Ahok melainkan Agus Yudhoyono.

“Bila saja nanti dia (Agus) lolos ke putaran kedua, bukan sekadar kejutan nanti yang dihadirkan. Bisa-bisa saja Jakarta punya gubernur baru,” pungkas akademisi Universitas Paramadina tersebut.
(Muspri-sisidunia.com)