sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Techno » Kesimpulan Hasil Penyelidikan Jatuhnya Pesawat MH17

Kesimpulan Hasil Penyelidikan Jatuhnya Pesawat MH17



Malaysia – Tim penyelidik internasional yang menyelidiki penembakan jatuh pesawat Malaysia Airlines nomor penerbangan MH17 di wilayah Ukraina timur pada Juli 2014 mengatakan rudal Buk yang menghantam pesawat itu berasal dari Rusia.

Kesimpulan Hasil Penyelidikan Jatuhnya Pesawat MH17

“Berdasarkan penyelidikan pidana, kami menyimpulkan bahwa penerbangan MH17 ditembak jatuh oleh rudak BUK seri 9M83 yang berasal dari wilayah Federasi Rusia,” ketua tim penyelidik dari Kepolisian Belanda Wilbert Paulissen dalam keterangan pers di Belanda pada Rabu (28/09).

Tim penyelidik yang dipimpin Belanda ini terdiri dari penyelidik dari Belanda, Australia, Belgia, Malaysia dan Ukraina. Selain menyimpulkan rudal dibawa dari Rusia, mereka berhasil menentukan lokasi yang digunakan untuk meluncurkan rudal. Lokasi itu terletak sebuah lapangan dekat dengan Desa Pervomaiskiy di kawasan yang dikuasai pemberontak pro-Rusia di Ukraina timur.

Menurut Wilbert Paulissen, peluncur roket Buk dibawa kembali ke Rusia sehari setelah penembakan.
Namun Rusia menolak tegas hasil penyelidikan.

“Tentu saja ini merupakan pernyataan provokatif … tidak ada kaitannya dengan penyelidikan tragedi yang merenggut nyawa begitu banyak orang,” kata Leonid Slutsky, kepala komite parlemen untuk Persemakmuran Negara-Negara Merdeka.

“Kesimpulan ini bermaksud mencapai satu tujuan saja, untuk lebih lanjut memarginalkan citra Rusia di kancah politik dan informasi global,” tambahnya.

Kelompok pemberontak Ukraina telah membantah mereka terlibat dalam peristiwa itu. Keseluruhan penumpang dan awak kapal yang berjumlah 298 di dalam pesawat tersebut tewas ketika meledak di udara dalam penerbangan dari Amsterdam, Belanda ke Kuala Lumpur, Malaysia pada Juli 2014. Sebagian besar penumpang adalah warga negara Belanda, selebihnya dari Malaysia, Indonesia dan beberapa negara lain.
(Muspri-sisidunia.com)