Home » News » Ini Pengakuan Mantan Guru Terkait Sosok Dimas Kanjeng

Ini Pengakuan Mantan Guru Terkait Sosok Dimas Kanjeng



Mojokerto – Dimas Kanjeng Taat Pribadi, pria yang santer disebut mampu menggandakan uang dan disangka menjadi otak pembunuhan mantan pengikutnya, ternyata pernah berguru di Mojokerto.

Ini Pengakuan Mantan Guru Terkait Sosok Dimas Kanjeng

Sebelum sang guru, Abah Elyas meninggal dunia, Dimas Kanjeng rutin datang ke rumah di Jalan Abiyasa No 17, Perumahan Japan Raya, Kecamatan Sooko. Hal itu dibenarkan anak tiri Elyas, Nur Kholis (33) saat ditemui wartawan di rumahnya, Senin (3/10/2016). Sejak 2004 silam, bapak dua anak ini tinggal serumah dengan Elyas di rumah dua tingkat di Jalan Abiyasa No 17. Nur sendiri merupakan anak kandung dari istri ke tiga Elyas, Turah (52).

“Kalau datang ke sini dia (Dimas Kanjeng) tak sendirian, sama beberapa pengikutnya. Yang nemui hanya Abah (Elyas),” kata Nur Kholis.

Oleh sebab itu, lanjut Nur Kholis, dia mengaku tak pernah tahu apa yang disampaikan almarhum ayah tirinya kepada Dimas Kanjeng. “Saya hanya menyalami saja, setelah itu saya dan anggota keluarga yang lain disuruh keluar,” ujarnya.

Menurut Nur Kholis, kunjungan Dimas Kanjeng ke Abah Elyas juga tak menentu. Dia juga tak tahu sejak kapan Dimas Kanjeng berguru kepada ayah tirinya. Namun, Dimas Kanjeng berguru ke Abah Elyas sampai 2009.

“Soal mengapa Dimas Kanjeng berguru ke Abah, saya kurang tahu. Mungkin saja ada kecocokan,” terangnya.

Disinggung terkait latar belakang Abah Elyas, sebagai anak tiri, Nur Kholis mengaku tak tahu banyak. Menurut dia, Elyas warga asli Sampang, Madura. Dia tak ingat betul sejak kapan Elyas pindah dan menetap di Japan Raya. Mantan guru Dimas Kanjeng itu mempunyai 3 orang istri. Dimas Kanjeng sendiri masih rutin berkunjung ke rumah tersebut sebelum akhirnya ditangkap polisi.
(Muspri-sisidunia.com)