sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Foto Rhoma Irama dan Dimas Kanjeng Saat Kampanye Untuk Prabowo

Foto Rhoma Irama dan Dimas Kanjeng Saat Kampanye Untuk Prabowo



Banyuwangi – Sempat dikabarkan Dimas Kanjeng dekat dengan beberapa tokoh-tokoh besar nasional, pejabat hingga menteri.

Foto Rhoma Irama dan Dimas Kanjeng Saat Kampanye Untuk Prabowo

Foto yang diunggah oleh sebuah akun sosial media Facebook nampak sebuah foto mirip Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi, KH. Masykur Ali bersama Pengasuh Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi.

Dalam foto tersebut sepintas terlihat, pesohor dakwah asal Desa Setail, Genteng itu menggunakan kemeja putih sedang mengangkat telunjuk bersama sejumlah tokoh.

Tepat disampingnya seorang lelaki berjubah kuning menyala yang diduga Dimas Kanjeng. Di depannya juga ada seorang tokoh partai sekaligus sang raja dangdut Rhoma Irama. Diduga, foto tersebut diambil saat gelaran kampanye presiden 2014 lalu.

“Ahh, bukan mas itu bukan saya. Saya tidak kenal dengan Dimas Kanjeng dan saya tidak pernah foto bareng. Apalagi itu kan kampanye pasangan presiden nomer urut 1, jelas saya tidak mungkin ada,” sangkal Ketua PCNU Banyuwangi, KH. Masykur Ali melalui sambungan telpon, Senin (3/10/2016).

Tak hanya itu, sangkalan itu dilontarkan berkali-kali oleh pengasuh pondok pesantren Ibnu Sina, Jalen, Setail ini.

Sempat tak percaya karena mirip, ia menegaskan foto tersebut bukanlah dirinya.

“Saya luruskan sekali lagi, saya tidak ada sangkut pautnya dengan Dimas Kanjeng,” tegasnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi pemilik akun pengunggah foto yang mengatasnamakan ‘jenggirat tangi pesanggaran’ itu justru tak mengetahuinya.
Menurutnya, ia hanya fokus pada foto tersangka kasus penipuan dan dugaan pembunuhan yakni Dimas Kanjeng tersebut.

“Saya malah tidak tahu itu mirip Masykur Ali. Asalnya juga tidak tahu, saya fokus dengan Dimas Kanjeng saja,” katanya.

Kabar Dimas Kanjeng Taat Pribadi mencuat setelah Polda Jatim menangkap dirinya. Karena, Ketua Pedepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, Probolinggo itu dituntut atas tuduhan penipuan dan pembunuhan. (bens – sisidunia.com)