sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Ada Ratusan Ribu Percakapan Tentang Ahok-Djarot Sejak Akhir September 2016

Ada Ratusan Ribu Percakapan Tentang Ahok-Djarot Sejak Akhir September 2016



Jakarta – Tingkat kesadaran pengguna media sosial terhadap pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (ahok)-Djarot Saiful Hidayat (Djarot) untuk sementara tertinggi di antara calon lainnya. Ini mengindikasikan kemenangan awal pasangan tersebut.

Ada Ratusan Ribu Percakapan Tentang Ahok-Djarot Sejak Akhir September 2016

Pendiri Politica Wave Yose Rizal mengungkapkan, pengalaman pihaknya dalam penelitian medsos menemukan kaitan erat antara besaran suara dan sentimen pembicaraan di medsos terhadap paslon tertentu dengan kemenangan di Pemilu.

“Pasangan yang akan menjadi pemenang adalah pasangan dengan jumlah percakapan terbesar (Share of Awareness) dan Net Sentimen paling positif,” ujarnya dalam siaran pers, Senin (3/10/2016).

Dari rekaman data PoliticaWave.com sejak hari terakhir pendaftaran (23 September) sampai saat ini, tercatat ada 243.859 percakapan mengenai ketiga pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI.

Pasangan yang sementara menduduki peringkat pertama dalam jumlah ialah Ahok-Djarot, dengan 146.460 percakapan (60,06%). Peringkat kedua, pasangan Anies-Sandi dengan 62.584 percakapan (25,66%), dan pasangan Agus-Sylviana berada di posisi selanjutnya dengan 34.815 percakapan (14,28%).

Dari sisi sentimen percakapan, pasangan Basuki-Djarot kembali memimpin. Ini didasarkan Net Sentimen (selisih antara sentimen positif dan negatif) pasangan ini yang sebesar 7.078. Posis kedua adalah pasangan Agus-Sylvi dengan Net Sentimen sebesar 6.207, dan pasangan Anies-Sandi sebesar 2.981.

Menurut Yose, pemakaian analisis medsos dalam kemenangan di pemilu bukannya tanpa dasar. Fenomena Jokowi menjadi contoh nyata. Pada Pilkada DKI 2012, pasangan Jokowi-Basuki memimpin jumlah pembicaraan di medsos hingga 500ribu kali. Hasilnya, mereka unggul atas petahana Foke-Nachrowi Ramli.

Pada Pemilu 2014, pasangan Jokowi-Jusuf Kalla memenangkan pertarungan. Saat itu, Politica Wave, berdasarkan analisis percakapan di medsos, memprediksi kemenangan Jokowi-JK dengan angka 53,8 persen. Dan ini hanya selisih 0,65 persen dari hasil rekapitulasi KPU, yaitu 53,15 persen.

Ditambahkannya, para calon kepala daerah, terutama di DKI Jakarta, tak bisa mengabaikan posisi medsos. Penduduknya, yang kebanyakan kalangan muda dan kelas menengah, memiliki peran penting dalam memengaruhi pemilih lain di luar segmennya (social influencer). Aspirasi dunia maya pun wajib didengar.

“Dengan mendengarkan, mereka dapat selalu memahami isu yang berkembang, baik positif maupun negatif. Mereka juga dapat memahami harapan dan kebutuhan masyarakat,” tandas Yose.
(Muspri-sisidunia.com)