sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Proses e-KTP Lambat, Warga Bogor Harus Menunggu 4 Bulan

Proses e-KTP Lambat, Warga Bogor Harus Menunggu 4 Bulan



Bogor – Sejumlah warga Desa Citeureup, keluhkan pelayanan pembuatan e-KTP. Warga mengaku harus menunggu empat bulan untuk mendapatkan fisik e-KTP.

Proses e-KTP Lambat, Warga Bogor Harus Menunggu 4 Bulan

Tidak hanya itu, warga juga kecewa dengan pelayanan perekaman e-KTP dinilainya tidak siap. “ Saya saja sampai sekarang belum dapat e-KTP. Padahal sudah dua bulan lalu direkam,” ketus Abdul Azis (33), warga Desa Citeureup RT 01/01 kepada wartawan, Minggu (02/10/2016).

Menurut dia, seharusnya pemerintah bisa melihat permasalahan layanan e-KTP ini sebelum mengeluarkan batas waktu perekaman e-KTP bagi warga.

“ Bisa lihat kan, seharusnya September harus sudah ditutup. Tapi pemerintah malah memberikan waktu lagi. Ini bukti kalau pemerintah enggak siap,” ketusnya.

Sementara itu, Kaur Pemerintahan Desa Citeureup, Muslih menyebutkan, masih dari sekitar 3 ribu dari 10.513 warga wajib e-KTP yang belum memiliki KTP elektronik ini.

“ Setiap hari ada 20 sampai 30 warga Desa Citeureup minta surat permohonan pengajuan KTP di desa,” kata dia.

Ia juga mengakui banyak keluhan dari warga terkait masalah ini. Menurut dia, memang butuh waktu hingga empat bulan warga bisa mendapatkan fisik e-KTP paska perekaman.

“Kalau ingin mengurus surat-menyurat, dan masalah perbankan bisanya pihak kecamatan mengeluarkan KTP sementara,” kata Muslih.

Sayangnya meski dianggap sah berdasarkan hukum, masih ada pihak bank yang masih menolah persyaratan dengan KTP sementara yang dikeluarkan sebagai pengganti sementara KTP asli sedang di proses.

“Biasanya bank enggak terima kalau pakai KTP sementara. Itu yang menyulitkan warga,” ujar Muslih.

Di sisi lain, lanjut dia, masalah ini kerap dimanfaatkan oknum staf kecataman dan Disdukcapil Kabupaten Bogor. Tidak sedikit warga Desa Cicadas yang ditawari jalan pintas dengan mematok biaya tinggi.
(Muspri-sisidunia.com)