Home » News » Wanita Emas Gerakkan Relawannya Kumpulkan Bantuan Untuk Garut

Wanita Emas Gerakkan Relawannya Kumpulkan Bantuan Untuk Garut



Jakarta – Hasnaeni Moein atau yang dikenal sebagai “Wanita Emas” tengah menyiapkan bantuan untuk disalurkan kepada para korban bencana banjir bandang di Garut, Jawa Barat. Rencananya, bantuan tersebut akan disalurkan kepada para korban bencana pekan depan.

Wanita Emas Gerakkan Relawannya Kumpulkan Bantuan Untuk Garut

“Rencananya pekan depan kami salurkan. Saya langsung ke lokasi,” kata Hasnaeni, di Jakarta, Jumat (30/9).

Bantuan yang sedang disiapkan ini berupa sembako, makanan instan, susu bayi, dan lainnya. Namun, Hasnaeni mengaku belum mengetahui secara pasti jumlah paket bantuan yang bakal disalurkan.

Hal ini lantaran selain dari kantong pribadinya, Hasnaeni mengatakan, tim relawannya juga sedang mengumpulkan bantuan untuk disumbangkan kepada para korban. Selain itu, Hasnaeni mengatakan, pihaknya juga sedang mengidentifikasi kebutuhan lainnya untuk para korban.

“Saat ini masih dikumpulkan oleh para relawan saya. Kami juga sedang mengidentifikasi apa saja yang dibutuhkan para korban saat ini,” jelasnya.

Dikatakan, bantuan ini merupakan bentuk dukungan moral terhadap para korban bencana. Diharapkan, bantuan ini dapat meringankan beban para korban.

“Kami ingin beri support kepada mereka, beri semangat. Memotivasi para korban agar lebih tegar, dan tabah menghadapi musibah ini,” ungkapnya.

Selain dalam bentuk barang, Hasnaeni mengatakan, pihaknya juga sedang menyiapkan untuk membantu memulihkan psikologi para korban terutama anak-anak di lokasi pengungsian.

Dikatakan, anak-anak yang menjadi korban bencana membutuhkan pemulihan psikologi.

Berdasar data yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Kamis (29/9), bencana banjir bandang di Garut mengakibatkan 34 orang meninggal dunia, dan 19 orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Selain itu terdapat 1.326 jiwa yang harus mengungsi. Tak hanya itu, terdapat 1.784 rumah yang rusak akibat bencana yang terjadi pada Selasa (20/9) lalu itu. Bencana ini juga telah merusak 49 bangunan sekolah, dua rumah sakit, dan 15 tempat ibadah. (bens – sisidunia.com)