sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Saudara Kerabat Wagub Jatim Juga Menjadi Korban Penipuan Dimas Kanjeng

Saudara Kerabat Wagub Jatim Juga Menjadi Korban Penipuan Dimas Kanjeng



Surabaya – Wagub Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memiliki teman yang saudaranya menjadi salah satu korban penipuan Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Padahal, berkali-kali kepada saudaranya agar tidak mempercayai penipuan bermodus penggandaan uang itu.

Saudara Kerabat Wagub Jatim Juga Menjadi Korban Penipuan Dimas Kanjeng

“Saudara teman saya itu sampai menjual rumah dan sawahnya. Hasil penjualan senilai Rp 150 juta langsung diberikan semua kepada Dimas Kanjeng untuk digandakan. Sekarang dia sudah menyesal telah tertipu,” kata Gus Ipul yang juga Ketua PBNU ini kepada beritajatim.com.

Lain halnya dengan cerita Katib Syuriah PWNU Jatim KH Syafrudin Syarif. Kiai ini mempunyai teman yang bermukim di Probolinggo dan temannya itu memiliki kerabat di Jawa Barat.

“Kerabat teman saya yang berasal dari Jawa Barat itu rela menjual sawah Rp 30 juta dan menyetorkan uangnya ke Dimas Kanjeng untuk digandakan. Dijanjikan bahwa beberapa bulan lagi uang Rp 30 juta itu akan menjadi Rp 100 juta. Tapi ternyata ditipu,” ungkapnya.

Selama enam bulan, uang Rp 100 juta seperti yang dijanjikan Dimas Kanjeng Taat Pribadi itu tak kunjung cair. Dengan emosi,korban mendatangi kerabatnya yang berada di Proboliggo, korban membeli celurit untuk membunuh Dimas Kanjeng.

“Ketika sadar, korban ini marah-marah dan membeli celurit untuk membunuh Dimas Kanjeng. Teman saya itu cerita kalau saudaranya nggak pulang, berarti kalah melawan Dimas Kanjeng ,” tukasnya.

Korban sendiri pun berangkat ke Padepokan Dimas Kanjeng untuk niat menghabisi nyawa pria yang telah dinobatkan sebagai Raja tersebut. Ada perubahan pada diri korban ketika tiba di rumah kerabatnya itu. Bukannya menjelek-jelekkan dan membunuh, malah memuji serta menyanjung Dimas Kanjeng hingga sundul langit dan menganggapnya sebagai salah seorang Waliyullah.

“Setelah balik ke rumah kerabatnya, dia ngga membunuh, tapi malah memuji-muji Taat. Katanya, itu orang hebat, seorang wali. Jadi posisinya sudah tidak sadar lagi. Ini yang saya duga kuat Taat memiliki ilmu gendam dengan memberi minuman air putih. Minuman ini membuat korbannya nggak sadar kalau sudah ditipu dan tidak bisa marah,” ujarnya Kiai Syafrudin.

Gus Ipul dan Kiai Syafrudin berharap ada pengembalian uang kepada mereka yang menjadi korban penipuan Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Ini dengan catatan bahwa memang ada data dari pihak padepokan siapa-siapa saja korbannya dan berkoordinasi dengan kepolisian. “Uangnya kan menjadi barang bukti kepolisian. Mungkin diutamakan dikembalikan kepada mereka yang tertipu senilai di bawah Rp 10 juta,” pungkas Gus Ipul. (bens – sisidunia.com)