Home » News » Mirip Dimas Kanjeng, Dukun Asal Karawang Klaim Bisa Gandakan Uang Dari Daun

Mirip Dimas Kanjeng, Dukun Asal Karawang Klaim Bisa Gandakan Uang Dari Daun



Karawang – Selain Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Jawa Timur, kasus penggandaan uang juga terjadi di Jawa Barat. Pelakunya adalah Abdul Rohman asal Karawang. Berbeda dengan Dimas, dukun satu ini menjanjikan bisa menggandakan uang dari dedaunan.

Mirip Dimas Kanjeng, Dukun Asal Karawang Klaim Bisa Gandakan Uang Dari Daun

Pelaku Abdul Rohman, warga Desa Kalangsari, Rengasdengklok, Karawang, Jawa Barat. Dia menipu calon korbannya dengan mengaku mampu menggandakan uang hanya dengan bermodalkan daun.

Kapolres Karawang AKBP Andi Herindra mengatakan, korban bernama Nurlaela Binti H Ependi (37) seorang ibu rumah tangga. Peristiwanya terjadi Minggu 4 Sept 2016, saat pelaku datang ke rumah korban untuk memancing.

Pelaku mengambil daun, saat hendak membayar, daun dia remas sambil mulutnya komat-kamit mengucap mantra. Tiba-tiba berubah jadi pecahan Rp 100 ribu, korban pun kaget.

“Pelaku datang ke rumah korban. Lalu dua hari kemudian pelaku datang lagi menawarkan bantuan,” kata dia dihubungi Jawa Pos, Sabtu (1/10).

Kali kedua, pelaku menawarkan korban untuk membeli sesajen buat menggandakan uang. Lalu korban membeli bermacam macam peralatan dan sesajen, senilai Rp 2 juta.

Sebelum tersadar pelaku sempat membawa dua gentong besar dan koper. Katanya berisi bahan untuk menjadi uang. Korban yang pernah lihat pelaku bisa merubah daun jadi uang tergiur.

Setelah membeli sesaji, dia minta uang Rp 15 juta, Rp 60 juta hingga Rp 400 juta sebagai mahar agar uang dalam dua gentong dan koper tidak berubah lagi jadi daun.

“Namun korban sadar setelah pelaku dikejar oleh kakak korban dan dibawa pulang. Selanjutnya kakak korban menghubungi Polsek Rengasdengklok, dan dilakukan pemeriksaan,” katanya.

Menurut dia, korbannya hanya satu orang. Untuk praktik penggandaan uang belum terjadi karena keburu diamankan oleh anggota di polsek. “Kerugian yang diderita korban hanya untuk biaya membeli sesajen seharga Rp 2 juta,” ujar mantan Kapolres Kepulaun Seribu. (bens – sisidunia.com)